JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengkonfirmasi adanya gangguan pasokan gas yang selama ini disalurkan melalui pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Seperti diketahui pada Jumat pekan lalu terjadi kebocoran pipa gas sehingga membuat aliran gas dihentikan.

Eviyanti Rofraida Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, mengungkapkan pasokan gas tersebut digunakan untuk mendukung operasi PHR, khususnya pembangkit listrik untuk sumur-sumur minyak serta fasilitas operasi lain dan pembangkit uap untuk operasi Lapangan Duri.

“PHR terus berkoordinasi dengan TGI untuk memantau perkembangan perbaikan pipa gas yang bocor dan mitigasi guna meminimalkan dampak terhadap kegiatan produksi migas,” kata Evi dalam keterangannya dikutip Selasa (6/1).

Evi menegaskan untuk normalisasi pasokan gas sepenuhnya jadi tanggung jawab transporter sehingga pemulihan infrastruktur pipa gas juga menjadi tanggung jawab TGI.

“Pertanyaan lebih jauh mengenai penyebab kebocoran pipa maupun perkembangan proses perbaikan pipa tersebut dan juga penanganan terkait kerugian yang timbul, dipersilakan untuk menghubungi langsung pihak TGI sebagai pengelola jaringan pipa gas tersebut,” ungkap Evi.

Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan gas tersebut cukup vital bagi pembangkit listrik blok Rokan.

“TGI ini mensuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di Rokan. Jadi banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini. Ini harus segera kita selesaikan,” kata Laode ditemui di Jakarta, Senin (5/1).

Menurutnya jika tidak segera diselesaikan atau diperbaiki buntutnya bisa berdampak terhadap produksi minyak nasional tahun ini.

“Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu barel per hari. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung,” ungkap Laode. (RI)