JAKARTA – Aset Pertamina berupa kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz, Iran hingga kini dipastikan dalam kondisi aman meskipun saat ini berada di jantung gejolak timur tengah akibat perang yang libatkan Amerika, Israel dan Iran.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), mengungkapkan perusahaan terus memantau kondisi dua kapal tanker tersebut dan bisa dipastikan bahwa para pekerja dan aset dalam kondisi aman. “Saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana. Sampai dengan saat ini kondisi masih aman. Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana,” jelas Baron di kantor Pertamina, Selasa (3/3).
Seperti diberikan sebelumnya, ada empat kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini berada di wilayah timur tengah. Dua diantaranya masih di wilayah perairan teluk atau selat hormuz. Iran sendiri sudah memutuskan untuk menutup jalur utama distribusi migas di dunia.
PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah, dan terdampak akibat eskalasi konflik yang tengah terjadi di area tersebut.
PIS sendiri memang memiliki kantor cabang di Dubai, yakni PIS Middle East (PIS ME) yang saat ini terdapat 30 orang pekerja dan keluarganya. PIS ME merupakan cabang PIS yang berbisnis kapal carter di wilayah timur tengah.
“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai. Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, dan menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan,” ujar Vega Pita, Pjs Corporate Secretary PIS.
Adapun empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah; yakni kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair – Irak, kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura – Arab Saudi, kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan – UAE, serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.
PIS terus memastikan untuk memantau kondisi keamanan 4 kapal tersebut. PIS secara proaktif berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.
Terdapat dua kapal yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya juga terus dipantau real time untuk memastikan kondisi keamanan.
“Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” kata Vega. (RI)



Komentar Terbaru