JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mulai membahas teknis agar kedua kapal Pertamina yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Saat ini kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia.
Vega Pita, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, mengungkapkan PIS menyampaikan apresiasi serta berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) atas dukungan penuh dalam menangani situasi ini. Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan.
“PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Saat ini kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia,” kata Vega kepada Dunia Energi, Sabtu (28/3).
Lebih lanjut Vega menuturkan prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. “Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ungkap Vega.
Ada empat kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini berada di wilayah timur tengah. Dua diantaranya masih di wilayah perairan teluk atau selat hormuz.
Sejak awal PIS terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah, dan terdampak akibat eskalasi konflik yang tengah terjadi di area tersebut.
Sementara itu, Himahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), menuturkan telah menerima informasi dari sumber di Kementerian luar negeri maupun sumbernya di Iran bahwa dua kapal Pertamina telah diizinkan otoritas Iran untuk melintasi kawasan selat Hormuz untuk kembali berlayar ke tujuan masing-masing, termasuk salah satunya ke Indonesia. “Sudah dibolehkan kok,” ungkap Hikmahanto.



Komentar Terbaru