JAKARTA – KSO PT Pertamina EP – Samudra Energy BWP Meruap resmi memulai kegiatan enhanced oil recovery (EOR) field trial (FT) injeksi kimia surfaktan produksi dalam negeri di Lapangan Meruap, Kabupaten Sorolangun, Jambi, pada 1 Maret 2026.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menyatakan pelaksanaan field trial ini menjadi langkah konkret percepatan implementasi EOR di lapangan-lapangan eksisting, khususnya lapangan mature yang telah memasuki tahap tertiary recovery.

Menurut Djoko, hasil peningkatan produksi diperkirakan mulai terlihat sekitar tiga bulan setelah injeksi dilakukan.

“Diperkirakan hasil peningkatan produksinya akan mulai terlihat kurang lebih tiga bulan setelah injeksi, sehingga dengan demikian, anggapan yang mengatakan bahwa EOR memakan waktu yang lama terpatahkan sudah dengan sendirinya ,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Senin (2/3).

Sementara itu, Pantja Sunu Wibowo, Direktur Utama PT Samudra Energy BWP Meruap, mengapresiasi dukungan SKK Migas yang telah membantu terlaksananya program FT injeksi chemical sejak proses awal hingga pelaksanaan sesuai target waktu.

“Dukungan SKK Migas menjadi motivasi dan suntikan semangat bagi seluruh tim untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pantja menambahkan, proyek ini merupakan field trial pertama di area Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Pertamina EP, sehingga diharapkan menjadi model pengembangan EOR/IOR pada lapangan-lapangan sejenis.

Untuk dua pattern, yakni M-15 dan M-47, digunakan bahan kimia surfaktan Starborn SeMAR, sedangkan satu pattern M-07 menggunakan surfaktan RCT A-127. Keduanya merupakan produk dalam negeri.

Ia berharap proyek FT injeksi chemical ini berjalan lancar dan mampu menghasilkan kenaikan produksi sesuai harapan, yakni sekitar 15%.

Lapangan Meruap saat ini telah memasuki tahap tertiary recovery dan tergolong lapangan mature, dengan tantangan berupa penurunan tekanan reservoir serta peningkatan water cut. Program chemical EOR ini diterapkan pada 16 sumur yang terdiri atas tiga sumur injeksi dan 13 sumur produksi.

Djoko menegaskan, pelaksanaan field trial ini diharapkan menjadi contoh bagi KKKS lainnya untuk mempercepat implementasi EOR dan extended stimulation (ES) yang telah diprogramkan agar lebih masif.

Chemical yang diinjeksikan untuk dua pattern (M-15 dan M-47) ini menggunakan Bahan Kimia Surfactan bernama Starborn SeMAR, sedangkan 1 pattern (M-07) akan memakai Bahan Kimia Surfactan RCT A-127, yang keduanya merupakan Produksi dalam negeri.

“Pelaksanaan field trial ini menjadi contoh buat KKKS lainnya untuk mempercepat implementasi EOR & extended stimulation (ES) yang telah diprogramkan agar lebih masif dan lebih semangat lagi,” katanya. (RI)