JAKARTA — Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN merombak jajaran pimpinan dan pegawai Institut Teknologi PLN (ITPLN). Perubahan tersebut tertuang dalam sejumlah Surat Keputusan (SK) YPK PLN yang ditetapkan pada 2025 dan diserahkan secara resmi kepada jajaran pimpinan kampus.

Salah satu keputusan strategis adalah pengangkatan Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc. sebagai Wakil Rektor I ITPLN, menggantikan Prof. Dr. Ir. Syamsir Abduh, MM., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Pengangkatan Prof. Susy tercantum dalam SK YPK PLN Nomor 110/K/PEG/YPKPLN/2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan Wakil Rektor I ITPLN.

Rektor ITPLN Prof Iwa Garniwa menegaskan jabatan Wakil Rektor I merupakan posisi strategis sekaligus paling menantang dalam tata kelola perguruan tinggi.

“Wakil Rektor I adalah jabatan dengan beban terberat. Hampir 75 persen persoalan perguruan tinggi ada di wilayah akademik,” ujar Iwa di kampus ITPLN, Senin(5/1/2026).

Menurut Iwa, tanggung jawab besar tersebut menuntut dukungan penuh dari seluruh unsur pimpinan, mulai dari rektorat hingga manajemen fakultas. Ia menekankan pentingnya kekuatan akademik yang bertumpu pada inovasi, inisiatif, dan karakter keilmuan.

“Fondasi perguruan tinggi itu ada pada inovasi, inisiatif, dan sense of academic. Tridharma Perguruan Tinggi harus dijalankan dengan sepenuh hati dan diterjemahkan ke dalam program-program yang berdampak nyata,” katanya.

Iwa juga mengapresiasi kontribusi Prof. Syamsir Abduh sebelum menjabat Wakil Rektor I, terutama dalam pengembangan sistem akademik ITPLN. Ia menyebut sejumlah capaian yang sebelumnya tertunda bertahun-tahun kini berhasil diselesaikan.

“Kontribusi beliau sangat besar, mulai dari pengembangan repositori hingga integrasi sistem akademik. Banyak pekerjaan lama yang akhirnya bisa dituntaskan,” kata Iwa.

Ke depan, Prof Iwa menekankan bahwa ITPLN menargetkan lompatan kemajuan yang tidak bersifat linier, melainkan eksponensial. Untuk itu, ia menegaskan pentingnya konsistensi penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan sistem pembelajaran 4-4-2 di seluruh fakultas dan program studi.

“Kurikulum kita adalah OBE. Karena itu harus dijalankan secara konsisten dengan supervisi Wakil Rektor I. Ini bukan memberatkan, justru memudahkan kita naik ke tangga berikutnya,” tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan identitas ITPLN sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada transisi energi.

“Visi kita jelas, menjadi perguruan tinggi berkelas internasional, unggul di bidang energi, dan berbasis teknologi berwawasan lingkungan. Jika ini dijalankan dengan konsisten, ITPLN akan memiliki diferensiasi yang kuat,” kata Iwa.

Selain perombakan pimpinan ITPLN, YPK PLN juga menerbitkan SK Nomor 108/K/PEG/YPKPLN/2025 terkait pengangkatan pegawai serta SK Nomor 109/K/PEG/YPKPLN/2025 mengenai mutasi pegawai di lingkungan ITPLN.

Dalam daftar mutasi dan pengangkatan tersebut, sejumlah nama tercatat, antara lain R. Sapto Yuwono, SE., MM, Imam Barri Wafaul Wafa, SE., MM, Insetyohadi, serta Erwin Mirza, ST., MT. YPK PLN juga menetapkan Yessy Fitriani, ST., M.Kom, Agung Utomo, ST., M.Sc, dan Ade Herawaty, SE serta Naurah Atika Dina, S.Ak dalam struktur dan penugasan baru.

Rangkaian keputusan tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi dan penguatan tata kelola sumber daya manusia di lingkungan ITPLN. YPK PLN menegaskan mutasi dan pengangkatan dilakukan untuk mendukung efektivitas kinerja institusi serta kesinambungan program pendidikan dan pengembangan generasi transisi energi.