JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat volume penjualan konsolidasian sepanjang tahun 2025 sebesar 1,2 miliar pon tembaga dan 1,1 juta ons atau anjlok cukup signifikan dibandingkan realisasi penjualan tembaga emas pada tahun 2024 masing-masing 1,6 miliar pon dan 1,8 juta ons emas.

Berdasarkan laporan kinerja tahunan Freeport McMoran, tercatat realisasi penjualan tembaga tahun lalu menurun sekitat 26,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024. Sementara penjualan emas turun hingga 42%.

Dari sisi produksi, untuk tembaga PTFI mencatatkan produksi pada tahun 2025 sebesar 1,01 miliar pon atau turun dari posissi tahun 2024 sebesar 1,8 miliar pon. Penurunan produksi juga terjadi pada emas yakni hanya 0,9 juta ons dari realisasi produksi emas tahun 2024 yang mencapai 1,8 juta ons.

Memasuki tahun 2026, PTFI memperkirakan volume produksi tembaga dan emas akan lebih tinggi dibandingkan volume penjualan. Hal ini disebabkan oleh penundaan penjualan sekitar 100 juta pon tembaga dan 100 ribu ons emas yang terkait dengan persediaan yang masih tersimpan di fasilitas peleburan PTFI. Dengan kondisi tersebut, volume penjualan konsolidasian PTFI pada 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 0,9 miliar pon tembaga dan 0,8 juta ons emas.

Berdasarkan estimasi terkini, sekitar 78% penjualan tembaga dan 75% penjualan emas PTFI pada tahun 2026 diperkirakan akan terealisasi pada semester kedua sejalan dengan dimulainya kembali operasi secara bertahap serta peningkatan kapasitas produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada kuartal II 2026.