JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC), perusahaan penyedia jasa penunjang di sektor energi, terus memperkuat komitmen dalam memperluas makna tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui program “Tangan Kedua: Setiap Jahitan, Ada Harapan” PDC berupaya mewujudkan kepedulian kolektif perwira PDC terhadap isu lingkungan dan sosial.
“Kami ingin menghadirkan inovasi dalam budaya berbagi sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah tekstil secara berkelanjutan,” ujar Ani Aryani, Corporate Secretary PDC, (28/2).
Program ini merupakan gerakan kolektif yang mengajak seluruh perwira PDC untuk membawa pakaian bekas tidak layak pakai dari rumah ke kantor, guna dikelola dan dimanfaatkan kembali secara bertanggung jawab.
Dalam pelaksanaannya, PDC berkolaborasi dengan Rumah Pilah Teratai Putih, komunitas pengelola sampah dan daur ulang yang berbasis di Duren Sawit, Jakarta Timur. Melalui kolaborasi ini, pakaian yang terkumpul dipilah, didaur ulang serta dimanfaatkan kembali sesuai prinsip keberlanjutan, sehingga memberikan nilai tambah secara sosial, lingkungan maupun ekonomi.
Founder Rumah Pilah Teratai Putih, Chevie “Arnetta craft” menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah nyata dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
“Setiap pakaian yang terkumpul memiliki potensi untuk ‘hidup kembali’, baik melalui pemanfaatan ulang maupun proses daur ulang. Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena melibatkan sektor korporasi dalam gerakan pengurangan limbah dari sumbernya,” ungkap Chevie
Harun, Jr Analyst CSR & Stakeholder PDC, menyebut partisipasi aktif pekerja menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Harapannya, program ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” ujarnya.
Pada kegiatan pengumpulan yang dilaksanakan 13 Februari 2026 di PDC Tower, tercatat sebanyak 154 potong pakaian berhasil dikumpulkan, terdiri atas kemeja, kaus, celana, jaket, hingga outer. Seluruh pakaian tersebut akan melalui proses pemilahan dan pengolahan lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Program “Tangan Kedua” menjadi refleksi bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari lemari di rumah, menuju ruang kerja, hingga akhirnya memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.
Karena pada akhirnya, kebaikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Cukup dari satu pakaian, satu kontribusi, dan satu niat untuk peduli—hingga setiap jahitan benar-benar menghadirkan harapan baru.(RA)


Komentar Terbaru