JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan pabrik OLNG, LPG dan Kondensat yang dibangun oleh PT Sumber Aneka Gas sudah siap beroperasi. Pabrik merupakan pabrik OLNG, LPG & Kondensat yang terintegrasi dan menjadi Pabrik LNG ke-2 di Pulau Jawa sekaligus OLNG terbesar di Pulau Jawa.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan perjalanan proyek ini cukup panjang sejak ditemukannya gas di Lapangan Sumber sekitar ±10 tahun lalu.
“Lika liku perjalanan sampai akhirnya pabrik ini terbangun, sebelumnya cukup panjang sejak ditemukannya gas pada lapangan Sumber sekitar +/- 10 thn yang lalu; birokrasi tarik ulur kepentingan pemanfaatan gas yang cukup alot akhirnya dapat diselesaikan,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Jumat (27/2).
Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap komisioning dan ditargetkan dapat diresmikan setelah Lebaran. “Progress saat ini memasuki masa komisioning dan Insya Allah selanjutnya dapat diresmikan setelah lebaran,” katanya.
Sumber bahan baku pabrik OLNG, LPG & Kondensat terintegrasi ini berasal Pertamina EP melalui beberapa asetnya di Jawa Timur.
Gas bumi yang keluar dari sumur tersebut mengandung C1 (Metana), C2 (Etana), C3 (Propana), dan C4 (Butana), serta tidak terdapat C5, C6+ (pentana, benzena dan seterusnya). Sementara impurities berupa CO2 (Karbondioksida 47%) dan N2 (Nitrogen 3%).
Pada proses di kilang terintegrasi ini, gas terlebih dahulu dipisahkan kandungan CO2-nya—yang disebut sebagai terbesar yang pernah diolah yaitu 47% CO2—serta dilakukan pemisahan N2.
- C1 dan C2 menjadi LNG,
- C3 dan C4 menjadi LPG,
- C5+ menjadi kondensat,
- CO2 yang dipisahkan dimasukkan ke dalam storage sebagai program CCS/CCUS.
Adapun kapasitas produksi pabrik baru ini antara lain untuk LNG sebesar 10 BBTUD (billion british thermal unit per day),
LPG sebesar 30 MTPD (metric ton per day), kemudian Kondensat sebesar 500 barel per hari (bph).
Kehadiran pabrik ini menurut Djoko tidak hanya mendukung upaya ketahanan energi namun juga mampu memberikan dampak secara langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Triliunan rupiah telah diinvestasikan untuk pembangunan pabrik terintegrasi ini. Proyek ini juga diharapkan mendorong penyerapan tenaga kerja, menggerakkan perekonomian, serta memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Djoko.



Komentar Terbaru