JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut). Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tertanggal 8 Januari 2026.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2018, pemenang lelang wajib memenuhi sejumlah kewajiban dalam waktu paling lama empat bulan sejak ditetapkan. Kewajiban tersebut meliputi pembayaran harga dasar data wilayah kerja sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta penempatan komitmen eksplorasi di bank berstatus BUMN.

Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang ditentukan, maka pemenang lelang dinyatakan gugur dan peringkat berikutnya dapat ditetapkan sebagai pemenang. Selain itu, apabila badan usaha pemenang belum secara khusus dibentuk untuk mengelola wilayah kerja yang dimenangkan, perusahaan wajib membentuk badan usaha baru atau melakukan perubahan akta pendirian. Komposisi kepemilikan saham badan usaha baru tersebut minimal 95 persen harus dimiliki oleh badan usaha pemenang lelang.

Dalam unggahan akun Instagram @middleeastmonitor, pengamat Muhammad Zulfikar Rakhmat dan Wishnu Try Utomo, menyebut Telaga Ranu di Halmahera resmi diserahkan kepada PT Ormat Geothermal Indonesia. Proyek ini disebut sebagai bagian dari ambisi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Ormat Geothermal Indonesia yang berkantor Jakarta ini, dikendalikan oleh Ormat Technologies Inc., raksasa energi yang dibangun di atas fondasi teknik, manufaktur, dan jaringan modal Israel.

Dilansir situs web resminya, Ormat Technologies, yang tercatat di Bursa Efek New York dengan kode ORA fokus pada pembangkitan listrik dari panas bumi (geothermal ), energi terpulihkan (recovered energy), serta penyimpanan energi.

Ormat Technologies didirikan pada tahun 1965 di Yavne, Israel, oleh pasangan insinyur Lucien dan Yehudit Bronicki.

Hingga saat ini, perusahaan masih mempertahankan fasilitas manufaktur utama di Israel. Sahamnya pun tercatat secara ganda (dual listing) di bursa efek New York (NYSE) dan Tel Aviv (TASE).

Catatan opini Muhammad Zulfikar Rakhmat mengungkapkan Pulau Halmahera yang masih memiliki kawasan hutan luas ini mengalami peningkatan permintaan global. Kompleks nikel besar yang terutama didukung oleh China telah mengubah sebagian wilayah menjadi pusat pemrosesan yang terkait dengan rantai pasokan baterai kendaraan listrik. Disisi lain modal Jepang dan Korea Selatan dalam pendanaan smelter dan pembangkit listrik captive terus mengalir untuk mengamankan akses mineral.(RA)