JAKARTA – ABB telah memodernisasi sistem kontrol terdistribusi (Distributed Control System/DCS) pada Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Wayang Windu Unit 1 dan 2 dengan mengaplikasikan ABB Ability™ Symphony Plus DCS. Sistem ini memungkinkan Star Energy Geothermal (SEG) mengelola kebutuhan variabel PLTP Wayang Windu secara lebih efektif sembari menjaga pasokan listrik yang stabil dan andal.
Anders Maltesen, President Energy Industries division Asia ABB, mengungkapkan modernisasi sistem ABB mendorong peningkatan stabilitas sistem, pengurangan waktu henti atau downtime, serta peningkatan efisiensi operasional PLTP Wayang Windu.
“Sistem otomatisasi yang ada sekarang idealnya mengikuti teknologi modern. Apabila sistem lama tidak dapat mengintegrasikan suatu teknologi baru akan susah tentunya untuk pembangkit listrik menghasilkan sistem yang efisien, handal dan memproduksi listrik yang maksimal,” kata Anders Maltesen, di Jakarta Rabu (25/2/2026).
Dalam kesempatan yang sama Abhinav Harikumar, Vice President Energy Industries Southeast Asia ABB, mengatakan solusi modernisasi ABB meningkatkan skalabilitas, serta memungkinkan integrasi tanpa hambatan antara unit yang sudah ada dengan unit yang tengah dikembangkan tanpa memerlukan peningkatan (upgrade) infrastruktur yang signifikan, namun juga menghadirkan kontrol sistem yang lebih Tangguh pada Unit 1 dan Unit 2.
PLTP Wayang Windu telah memainkan peran penting dalam pasokan listrik Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Listrik yang dihasilkan dari Wayang Windu memasok jaringan Jamali, yang menyediakan energi untuk jutaan rumah tangga di Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Pada 2025, pembangkit listrik panas bumi berkapasitas 230.5 MW MW ini memiliki tiga unit. Kapasitas Wayang Windu ini turut berkontribusi pada total 910 MW energi panas bumi yang dihasilkan SEG di Jawa Barat.
Desain modular Symphony Plus ABB mendukung ekspansi kapasitas di masa mendatang dan mengoptimalkan arsitektur kontrol, sehingga mendorong efisiensi biaya dan memperkuat keandalan jangka panjang operasi pembangkit panas bumi SEG.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, ABB juga meningkatkan sistem Human Machine Interface (HMI) untuk Unit 1 dan 2 Wayang Windu, dengan melakukan transisi dari platform Power Generation Portal (HMIPGP) lama atau legacy ke platform Symphony Plus (S+) yang lebih canggih. Untuk Unit 3, ABB telah mengimplementasikan Symphony Plus DCS sebagai bagian dari upaya ekspansi yang sedang berlangsung di pembangkit tersebut. Peningkatan ini semakin memperkuat kemampuan SEG dalam mendukung pertumbuhan fasilitas di masa depan.
“Kami percaya bahwa teknologi adalah salah satu pengungkit utama untuk menjadikan energi terbarukan, seperti panas bumi, sebagai sumber listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan di Indonesia. Melalui keahlian kami dalam otomasi, kami berkomitmen membantu industri mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan, serta mempercepat peralihan menuju masa depan rendah karbon,” ujar Anders Maltesen
Melalui divisi Process Automation, ABB menawarkan solusi otomasi dan digitalisasi untuk berbagai industri, termasuk energi, air, dan manufaktur. Dengan sekitar 20.000 karyawan global, ABB membantu pelanggan meningkatkan efisiensi sumber daya serta keselamatan operasional.
ABB adalah pemimpin global dalam teknologi elektrifikasi dan otomasi dengan lebih dari 140 tahun pengalaman. Perusahaan ini memiliki lebih dari 105.000 karyawan yang berkomitmen mendorong inovasi guna mempercepat transformasi industri menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.(RA)


Komentar Terbaru