BANDUNG – Mitsubishi Heavy Industries, Ltd (MHI) memperpanjang kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan pembangkit listrik bersih berbahan bakar amonia.

Berdasarkan studi bersama sebelumnya, perjanjian yang diperpanjang ini akan melanjutkan riset tentang pembakaran amonia, dengan fokus pada pendalaman pemahaman tentang bagaimana amonia dapat diterapkan secara aman dan efektif dalam sistem turbin gas. Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, MHI dan merek solusi dayanya, Mitsubishi Power, bersama dengan ITB, bermaksud untuk memperkuat pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mendukung penggunaan amonia secara praktis dalam pembangkitan listrik serta berkontribusi pada tujuan dekarbonisasi jangka panjang Indonesia.

“Riset dan pengembangan merupakan bagian penting dari MHI dan merek solusi daya kami, Mitsubishi Power, seiring dengan upaya kami untuk memajukan teknologi tenaga listrik yang lebih bersih,” kata Satoshi Hada, Senior Vice President GTCC Business Division MHI, saat penandatanganan kerjasama yang di Bandung, Rabu(19/1/2026).

Satoshi menyampaikan bahwa amonia semakin diakui sebagai bahan bakar bebas karbon yang menjanjikan, namun untuk merealisasikan potensinya, diperlukan pemahaman yang cermat dan mendalam terhadap karakteristik uniknya. Dengan melanjutkan dan mengembangkan capaian yang telah diraih bersama, MHI berharap dapat memperkuat fondasi teknis guna mendukung pembangkitan tenaga listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

Prof Ari Darmawan Pasek, akademisi ITB, mengatakan transisi menuju energi yang lebih bersih sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim.

“Kolaborasi kami dengan MHI mencerminkan pentingnya menggabungkan penelitian akademis dengan keahlian industri untuk memajukan teknologi bahan bakar yang lebih bersih. Kami yakin kemitraan yang berkelanjutan ini akan menghasilkan wawasan berharga untuk mendukung peran amonia di masa depan pembangkitan listrik dan perjalanan dekarbonisasi Indonesia,” katanya.

MHI dan ITB pertama kali menandatangani nota kesepahaman pada tahun 2020 untuk berkolaborasi dalam riset solusi energi bersih generasi mendatang dan analisis big data terkait pembangkit listrik. Kemitraan ini diperpanjang pada tahun 2022 dan terus berkembang melalui berbagai inisiatif riset yang berfokus pada pembangkitan listrik berbahan bakar amonia. Perjanjian terbaru tahun ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi jangka panjang tersebut, yang dikembangkan secara bertahap berdasarkan kerja sama yang telah dilakukan hingga saat ini.

Dengan dukungan dari merek solusi dayanya, Mitsubishi Power, MHI terus berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor energi Indonesia, sejalan dengan ambisi Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.(RA)