JAKARTA – Indonesia ternyata sempat merencanakan untuk melakukan impor gas dalam jumlah besar sepanjang tahun 2025 lalu. Tidak tanggung – tanggung total 40 kargo LNG tadinya mau diimpor namun tidak terealisasi.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan realisasi lifting gas tahun lalu mampu menutupi seluruh kebutuhan gas di dalam negeri. “Di awal tahun terjadi dinamika yang tinggi untuk ada keinginan impor kurang lebih sekitar 40 kargo LNG di awal tahun, tapi berkat kerja keras kita semua, di tahun 2025 tidak ada kita melakukan impor gas,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (8/1).

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan sepanjang tahun 2025 lalu realisasi lifting gas mencapai 951,8 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) atau masih dibawah target APBN yakni sebedar 1.005 ribu BOEPD. Meski tidak mencapai target, pemerintah klaim tidak ada kekurangan pasokan gas untuk dalam negeri.

Dari total lifting gas tahun lalu sebanyak 5.600 BBTUD sebanyak 69% atau 3.908 BBTUD dimanfaatkan untuk gas domestik. Dengan rincian untuk hilirisasi industri dan pupuk yakni sebesar 2.091 BBTUD atau sebanyak 37% dan 1.817 BBTUD atau 32% yang dimanfaatkan untuk BBG, Jargas, peningkatan Produksi Migas, Ketenagalistrikan, LNG. Kemudian sisanya 31% atau 1.691 BBTUD untuk diekspor. (RI)