JAKARTA — Investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) oleh Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) di Indonesia senilai US$1,5 miliar pada periode 2025–2026 mulai terealisasi. Langkah awal diwujudkan melalui akuisisi participating interest (PI) pada blok migas di Indonesia.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menyatakan bahwa realisasi investasi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi hulu migas nasional.

“Alhamdulilah iklim investasi hulu migas di Indonesia terus berjalan lancar,” ujar Djoko.

Ia menambahkan, masuknya KUFPEC diharapkan turut mendorong pengembangan sejumlah potensi besar migas nasional, termasuk lapangan gas raksasa di wilayah Natuna.

Menurut Djoko, lapangan gas Natuna D-Alpha yang telah ditemukan sejak puluhan tahun lalu memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Keterlibatan KUFPEC sebagai operator di blok tersebut dinilai dapat mempercepat realisasi produksi.

“Lapangan gas terbesar di Indonesia yang telah ditemukan sejak puluhan tahun yang lalu di Natuna D-Alpha bisa juga dikembangkan oleh KUFPEC, yang saat ini sebagai operator blok migas di Natuna D-Alpha,” katanya.

Masuknya investor global seperti KUFPEC diharapkan dapat mempercepat pengembangan lapangan-lapangan besar yang selama ini belum optimal digarap.