JAKARTA – Salah satu proyek migas yang lama mangkrak dan merupakan salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yakni proyek migas laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) akhirnya segera berlanjut setelah ditetapkannya Final Investment Decision (FID) oleh ENI yang juga disetujui oleh pemerintah.
Ini merupakan salah satu tonggak penting dalam industri hulu migas tanah air karena belasan tahun proyek IDD tidak terlihat progressnya. Selain tentu saja bisa menambah pundi-pundi barel minyak serta gas untuk Indonesia pengerjaan proyek IDD ini juga langsung bisa berdampak pada pembukaan lapangan kerja.
Dengan total investasi yang ditetapkan lebih dari US$15 Miliar, maka diperkirakan akan ada ratusan ribu lapangan kerja baru bisa terbuka.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan saat consorsium Tripatra – Samsung mengerjakan EPC 1 Banyu Urip, dengan final EPC project nilainya US1,2 miliar US$ (original contract nya 760 jutaan US$) mampu menyerap 10 ribu tenaga kerja langsung di EPC 1 (excluded support system/non core i.e. catering dll juga yg difabricator/mnfg dan nlainnya).
“Dengan asumsi ini maka investasi ini 12.5 kalinya EPC 1, maka menyerap 125 ribu tenaga kerja langsung di site construction premises, jika saja fabricator/mnfg, non core ditambahkan jika 3 x nya maka paling sedikit menambah lagi jadi 375 ribu tenaga kerja termasuk pendukungnya,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Kamis (19/3).
ENI resmi mendapatkan persetujuan Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) di lepas pantai Kalimantan Timur dengan nilai investasi lebih dari US$15 Miliar. Keputusan investasi ini diambil hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024.
Proyek ini memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang telah ada, termasuk Jangkrik FPU dan reaktivasi Train F fasilitas pencairan gas Bontang LNG Plant, sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mempercepat waktu komersialisasi gas.
Pengembangan Gendalo dan Gandang akan dilakukan pada kedalaman laut 1.000–1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik. Sementara itu, proyek North Hub mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700–2.000 meter, yang akan terhubung ke FPSO baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.
Secara keseluruhan, dua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) serta 550 juta barel kondensat. Produksi diproyeksikan pada tahun 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) dan 90.000 barel kondensat per hari.



Komentar Terbaru