JAKARTA– Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat 14 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang terkendala merealisasikan sumur pemboran pengembangan hingga November 2018. Ke-14 KKKS itu adalah Manhattan K INV Pte Ltd sebanyak 1 sumur, Mandala Lemang satu sumur, Energy Equity Epic (Sengkang) Pty 1 umur, Triangle Pase Inc satu sumur, dan Medco SCS dua sumur.
“Selain itu, ada juga dari Lapindo Brantas sebanyak satu sumur, Medco Natuna E&P Ltd dua sumur, EMP Bentu Ltd dua sumur, Camar Resources Canada Inc tiga sumur dan Pertamina Hulu Mahakam lima sumur. Empat KKKS lannya adalah PHE ONWJ dua sumur, Tropik Energi Pandang empat sumur, Husky CNOOC Madura Ltd tujuh sumur, dan Pertamina EP sebanyak sembilan sumur,” ujar Fatar Yani Abdurrahman, Deputi Operasi SKK Migas, dalam paparannya pada media gathering Pertamina EP-SKK Migas, belum lama ini.
Fatar mengatakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh KKKS terkait pemboran pengembangan. Paling banyak adalah proses pengadaan rig/services 17 kasus dan pembebasan lahan sebanyak tujuh kasus. Sisanya adalah jadwal rig lima kasus, kendala internal KKKS empat kasus dan persiapan lokasi (MIRU) sebanyak satu kasus.
Hingga 22 November 2018, realisasi produksi minyak mencapai 772.300 bph atau 96,5% dari target dalam APBN sebesar 800 ribu bph. Adapun lifting minyak terealisasi 757.400 bph atau 94,7% dari target dalam lifting APBIN sebesar 800 ribu bph.
“Untuk stok, target sampai akhir November 2018 terminal stock mencapai 4,5 juta barel, termasuk deadstock sebesar 3,79 juta barel,” ujarnya. (DR)


Komentar Terbaru