JAKARTA – Inpex Masela Ltd dan pemerintah mematok target proses Final Investment Decision (FID) proyek Abadi Masela bisa ditetapkan pada tahun 2027 mendatang setelah Front End Engineering Design (FEED) yang saat ini sedang dilakukan selesai. Dalam FID tersebut juga akan ditetapkan harga gas yang akan dipasarkan.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khususnya Pelaku Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan hingga kini baru ada potensi pembeli gas dari dalam negeri antara lain PGN, PLN serta Pupuk Indonesia. Pencarian pembeli dari luar negeri Kemungkinan besar baru bisa dilakukan setelah FID dan harga gas diketahui. “Akhir Desember harus sudah selesai semua. FEED-nya selesai semua.
Kita nggak mungkin FID kalau FEED-nya belum selesai, kan. Harga gasnya juga kan belum ada. FID itu kan ekonominya dia gitu.
Dia keluar budget berapa, nanti dia buat duitnya berapa, nanti IR-nya berapa,” kata Djoko di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2).
Lebih lanjut berdasarkan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) harga gas masela diproyeksikan diangka US$13,5 per MMBTU. Namun Djoko memastikan untuk final harga gas dipastikan bisa dibawah harga yang sempat direncanakan dalam POD.
“POD kan tadi saya bilang harga gasnya US$13,5. Nanti pas dia (Inpex) lelang di bawah itu kan,” ungkap Djoko.
Dia menegaskan jika harga gas mau diturunkan maka syarat utamanya adalah ada tambahan insentif dari Pemerintah sehingga proyek Masela bisa masuk secara keekonomian sesuai dengan hasil FID nanti. Hal itu sepertinya memang tidak bisa ditawar mengingat proyek Masela jadi salah satu pertaruhan besar dalam mendukung target transisi energi. Bentuk insentifnya sendiri bervariasi bisa berupa dukungan fiskal maupun non-fiskal.
Beberapa dukungan yang dijanjikan pemerintah untuk bisa menekan harga gas dan meningkatkan Internal Rate Return (IRR) antara perpanjangan kontrak, relaksasi TKDN penggunaan galangan luar negeri.
“Harus minta insentif (dari pemerintah) supaya mendapatkan sesuai FID-nya tadi. Jadi masih nanti, tunggu-tunggu. Jadi FID itu tunggu nanti FEED-nya selesai, sama harga gas,” tegas Djoko.
Lapangan Masela memiliki cadangan gas sekitar 18,54 TCF. Setelah beroperasi penuh, kapasitas produksinya akan mencapai 9,5 MTPA LNG, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35.000 BOPD kondensat.
Proyek Abadi Masela adalah salah satu proyek gas terbesar yang pernah digarap di Indonesia. Meskipun belum berproduksi, usia proyek ini sudah lebih dari satu dekade hanya untuk mengurus berbagai perizinan dan studi kelayakan. Saat ini proses Front End Engineering Design (FEED) sudah berjalan.
Proyek Pengembangan Lapangan Abadi oleh Inpex Masela ini adalah proyek hulu migas terbesar dalam beberapa dekade terakhir, OLNG-nya adalah skema Hulu, juga dilengkapi dengan teknkologi CCS/CCUS dan menelan investasi jumbo sekitar US$20 miliar.



Komentar Terbaru