JAKARTA – Harga emas terus menujukkan grafik menguat. Tren ini diperkirakan masih berlanjut sampai akhir tahun. Beberapa lembaga riset komoditi memperkirakan harga emas dunia bakal menyentuh lebih dari US$5,500 per ounce di tanggal 29 Januari 2026 ini.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas seperti situasi geopolitik global, kondisi ekonomi global yang belum pulih dan kebijakan bank sentral.
“Pergerakan harga emas selalu terkait dengan beberapa faktor yakni geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, faktor supply and demand dan kebijakan suku bunga. Beberapa hal ini juga akan mempengaruhi pergerakan harga emas di sepanjang 2026,” kata Edi Permadi, Tenaga Profesional Lemhanas di Jakarta pada kamis (29/1).
Edi menyebutkan bahwa aspek geopolitik menjadi salah satu yang dominan menentukan pergerakan harga emas. Ini terlihat dari fenomena kenaikan harga emas pada Ada beberapa contoh kenaikan harga emas karena situasi geopolitik.
Pada tahun 1973, harga emas melambung karena adanya krisis minyak. Kemudian di 1979 terjadi krisis geopolitik di Timur Tengah yakni revolusi Iran dan pecahnya konflik Iran-Irak. Di tahun 2026, aspek geolpolitik juga
Dari aspek geopolitik meski sekarang rencana ekspansi Amerika Serikat masuk ke Greenland sudah mulai reda. Namun dampak langkah Donald Trump ini membuat hubungan Amerika Serikat dengan beberapa negara Uni Eropa menjadi kurang baik.
“Di sisi lain konflik Rusia-Ukraina, konflik timur tengah, rivalitas Amerika Serikat dan Cina serta munculnya geopolitik baru akan memperkuat peran emas sebagai lindung nilai sistemik global,” ujar Edi.
Tidak hanya faktor geopolitik, kondisi ekonomi global yang tidak pasti juga ikut mempengaruhi harga emas. IMF sendiri menyebutkan pertumbuhan ekonomi global masih rapuh dengan risiko kejutan eksternal. Ini membuat aset berbasis kepercayaan negara tetap rentan terhadap volatilitas.
Kebijakan suku bunga dari Bank Sentral di beberapa negara juga menjadi katalis bagi menguatnya harga emas. Edi melihat ada kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dan terbatasnya ruang untuk menaikan suku bunga tinggi akan membuat harga emas tetap naik.
“Ketika Bank Sentral tidak menaikan suku bunga maka pilihan pada emas tidak terlalu merugikan dibandingkan aset lain,” kata Edi.
Selain itu permintaan emas akhir-akhir ini juga meningkat. Ini dipicu oleh langkah beberapa bank sentral yang cukup agresif menambah cadangan emas. Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti, bank sentral di banyak negara memutuskan menambah cadangan devisa lewat koleksi logam mulia. Emas ke depan tidak hanya berfungsi sebagai aset lindung nilai tetapi juga sebagai aset pengaman risiko.
“Di tengah situasi geopolitik yang penuh ketegangan dan kondisi ekonomi global yang masih tidak pasti, emas tidak lagi hanya digunakan untuk lindung nilai dari inflasi. Emas kini berperan sebagai aset pengaman terhadap risiko besar pada sistem keuangan global, dengan harga yang diperkirakan tetap kuat hingga 2026,” kata Edi.
Data per Desember 2023 China mengoleksi 378,2 ton dan Rusia sudah mengoleksi emas sebesar 321, 8 ton.
Perbaikan Tata Kelola Dalam Negeri
Indonesia cukup beruntung karena punya cadangan emas yang cukup besar. Negara ini ada di urutan keempat dunia sebagai negara pemilik cadangan emas. Sementara dari sisi produksi, Indonesia ada diurutan keempat.
Dengan demikian kenaikan harga emas saat ini memberi manfaat besar bagi Indonesia. Manfaat ini akan lebih besar jika tata kelola pertambangan diatur dengan lebih baik. Salah satu tantangan pertambangan emas Indonesia adalah tambang ilegal.
“Harus diakui salah satu komoditi tambang marak dengan tambang illegal adalah emas. Padahal dampaknya sangat besar mulai dari kerusakan lingkungan sampai hilangnya potensi pendapatan negara. Belum lagi aspek safety yang tidak diperhatikan sehingga banyak kecelakaan berakibat fatality,”ungkap Edi.
Oleh karenanya diharapkan ke depan langkah penegakan hukum harus dijalankan. Apalagi Kementerian ESDM sekarang sudah punya Direktorat Jenderal Penegakan Hukum. “Ini bisa menjadi ujung tombak penegakan hukum di pertambangan. Jika pertambangan illegal bisa ditertibkan maka potensi peningkatan pendapatan negara dari komoditi emas akan semakin besar,”ungkapnya.
Edi juga melihat kebijakan Bea Keluar untuk komoditi emas yang diterapkan Pemerintah di awal tahun ini menjadi jalan meningkatkan cadangan emas dalam negari. “Ini merupakan langkah pemerintah untuk memastikan pasokan emas dalam negeri. Ini suatu yang positif. Selain itu kita berharap OJK segera merilis ETF sebagai opsi investasi di bidang emas. Dengan itu nanti masyarakat bisa berinvestasi dengan membeli logam mulia, membeli emas dalam bentuk ETF emas dan juga membeli saham perusahaan tambang emas,”imbuh Edi.
Di samping itu perlunya kepastian hukum terhadap investasi jangka panjang yang memiliki Ijin atau yang memiliki Kontrak Karya di sektor sumber daya alam karena memerlukan modal yang besar dan teknologi yang ramah lingkungan. Iklim investasi yang baik ini akan mempengaruhi kepastian hukum investasi dalam negeri dan luar negeri, baik brown field yang sudah berjalan dengan baik secara good mining practices maupun penilaian lingkungan maupun yang akan masuk ke Indonesia atau green field. Hal ini sangat berpengaruh agar koreksi IHSG yang terjadi kemarin dan pagi ini dapat segera recover dan positif kembali.




Komentar Terbaru