JAKARTA – Pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat sudah berjalan. Indonesia menjadikan Amerika sebagai salah satu sumber alrernatif ketika pasokan dari Timur Tengah sedang seret akibat perang antara Iran dan Amerika-Isreal.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan Indonesia sudah merealisasikan pembelian minyak mentah dari Amerika. “Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai (pembelian),” kata Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (10/4).

Dengan adanya kepastian pasokan baru maka ketahanan pasokan BBM Indonesia berhasil dijaga aman antara 20-25 hari. “Penyangga energi kita tadi di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari,” ujar Bahlil.

Selat Hormuz, jalur utama distribution minyak dan gas dari timur tengah kembali ditutup setelah sebelumnya diumumkan Iran dibuka selama gencatan senjata selama dua minggu. Namun tindakan Israel yang tetap menyerang Lebanon dan menewaskan ratusan warga sipil dalam satu hari membuat Iran geram dan kembali menutup Selat Hormuz.

Rencananya pembicaraan tingkat tinggi bakal digelar akhir pekan ini untuk melanjutkan tahapan rencana gencatan senjata.

Pemerintah juga menegaskan ada berbagai alternatif sumber minyak mentah selain Amerika, Pertamina bisa membeli minyak dari Afrika serta negara di Asia. Peluang lain tentu saja dari Rusia, bahkan dengan harga murah yang sebenarnya sudah ditawarkan Rusia sejak beberapa tahun lalu. Namun bayang-bayang ancaman sanksi dari Amerika membuat pemerintah sungkan untuk membeli minyak dari Rusia.