JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan melakukan perubahan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2026 nanti. Pasalnya sudah banyak informasi beredar di media sosial tentang potensi kenaikan harga BBM menyusul peningkatan harga minyak dunia akibat perang di timur tengah.
Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM, menegaskan kalaupun ada penyesuaian harga akan dialami oleh BBM nonsubsidi. “Ini penyesuaian untuk produk bbm non subsidi. Untuk yang subsidi aman (tidak naik),” kata Laode saat menjawab Dunia Energi ketika ditanya tentang rencana penyesuaian harga BBM, Senin (30/3).
Dia pun memastikan informasi tentang perkiraaan harga BBM yang beredar di media sosial, termasuk BBM subsidi yang menyentuh Rp14 ribu per liter tidak benar. ” Bahaya ini, tidak benar. Kita tidak menaikkan harga BBM subsidi,” tegas Laode.
Lebih lanjut Laode memastikan bahwa kondisi pasokan pasca 31 maret nanti juga aman, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying, karena saat ini proses pengiriman minyak mentah dari sumber alternatif selain timur tengah tengah berlangsung. “Betul, tidak perlu panic buying, karena barangnya kan ada semua, tersedia,” jelas Laode.
Pemerintah kata dia sudah berhasil amankan pasokan minyak mentah dari Amerika Serikat dan beberapa dari kawasan afrika. “Dari Amerika dan negara-negara Afrika,” ungkap Laode.



Komentar Terbaru