JAKARTA – Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati perjanjian dagang yang diteken langsung oleh Prabowo Subianto dan Donald Trump di Washington pada (19/2). Salah satu isi kesepakatan adalah kewajiban Indonesia membeli berbagai komoditas asal Amerika salah satunya migas dengan total nilainya mencapai US$15 miliar.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan Indonesia tidak menambah volume impor minyak mentah dan LPG dari Amerika melainkan bakal memangkas volume yang biasanya didatangkan dari sumber lainnya.
Beberapa sumber pasokan minyak mentah, BBM dan LPG yang selama ini menjadi andalan selain Amerika adalah dari kawasan Asia Tenggara dan timur tengah.
“Kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara. Di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East, maupun di beberapa negara di Afrika,” kata Bahlil dalam konferensi pers, Jumat malam waktiu Indonesia (20/2).
Eksekusi pembelian migas dari Amerika ini akan teralisasi paling lama 90 hari setelah perjanjian perdagangan ditandatangani. “Begitu kami mendapat arahan dari Bapak Presiden Prabowo, begitu 90 hari ke depan sudah selesai, maka langsung kita mulai tahapan eksekusi,” jelas Bahlil.





Komentar Terbaru