JAKARTA – Setelah mencabut izin PT Agincourt Resources secara mendadak karena dinilai telah melanggar pengelolaan lingkungan sekitar tambang, pemerintah ternyata sudah menyiapkan skema pengambilalihan operasi Agincourt di tambang emas Martabe.

Pemerintah melalui Danantara diketahui telah membentuk badan usaha baru yang punya tugas spesifik mengelola sumber daya mineral di tanah air.

Pembentukan badan usaha baru ini sudah selesai dan dikabarkan akan menjadi kepanjangan tangan Danantara untuk mengelola aset-aset serta potensi sumber daya alam di Martabe.

Rosan P Roeslani, CEO BPI Danantara, tidak menampik akan kehadiran badan usaha baru tersebut yang diberi nama Perminas, namun dia belum mau membeberkan secara detail tugas apa yang nantinya akan diemban Perminas. “Ya sudah ada nama [BUMN], tapi kan belum bisa saya ucapin,” ujar Rosan di Jakarta pada Rabu (28/1).

Dia memang tidak membantah ada potensi pengambilalihan tambang Martabe, namun Rosan menyatakan masih akan ada pembahasan lebih lanjut terkait rencana kebijakan tersebut.

Menurutnya ketika pemerintah memutuskan untuk mencabut izin 28 perusahaan baru-baru ini maka ada konsekuensi gejolak sosial yang timbul karena ada para pekerja di masing-masing perusahaan pasti bertanya-tanya nasibnya. Untuk itu pemerintah harus hadir dan Danantara siap mendukung kebijakan pemerintah.

“Kita melihat yang 28 ini, karena ini kan juga dengan menyangkut dari kami untuk memastikan juga bahwa perusahaan itu kondisinya itu seperti apa, gitu kan mereka ada yang bekerja juga disitu, jadi kita kita lihat, ini kan tidak hanya dari segi itu sudah cabut, nah kan masih ada terlibat dengan beberapa kementerian lainnya jadi yang pasti kita tidak akan lanjutin (pembahasan) itu semua,” jelas Rosan.

Sementara itu Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan Perminas dipersiapkan untuk mengelola sumber daya mineral strategis yang ada di tanah air.

“Kalau Perminas itu kan kita siapkan untuk diberikan penugasan dalam rangka pengelolaan tambang-tambang mineral strategis. Seperti logam tanah jarang, kemudian beberapa komoditas strategis lainnya,” ungkap Bahlil.

Isu pengambilalihan Agincourt oleh Danantara muncul berawal dari informasi yang disampaikan oleh Dony Oskaria, Direktur Operasional Danantara. Baru-baru ini dia menyatakan kajian untuk pengalihan aset Agincourt sudah dilakukan.

“Ke Perminas. Jadi ada perusahaan mineral nasional kita yang baru kita bentuk. Jadi memang ini perusahaan yang baru dibentuk,” kata Dony.