JAKARTA – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia. Kontrak tambang Tutupan Selatan di Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan ini berlaku per 1 April 2026 hingga 2030.

BUMA diperkirakan akan menghasilkan overburden removal sekitar 239 juta bank cubic meter (bcm) dan memproduksi 44 juta ton batu bara, setara dengan rata-rata volume tahunan masing-masing sebesar 50,5 juta bcm dan 9,3 juta ton.

Direktur Utama PT Bukit Makmur Mandiri Utama Ronald Sutardja mengatakan perolehan kontrak tersebut semakin memperkuat kemitraan dengan anak usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun.

Ia juga menekankan bahwa BUMA tetap berkomitmen memberdayakan masyarakat di wilayah Tabalong melalui berbagai program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, perlindungan lingkungan, serta sosial dan budaya.

“Adaro Indonesia, salah satu mitra jangka panjang kami yang berharga. Kontrak ini mencerminkan konsistensi kinerja operasional BUMA, serta kapabilitas kami dalam mengelola operasi pertambangan yang kompleks secara teknis dengan standar keselamatan dan keandalan yang tinggi. Kontrak ini memperkuat visibilitas pendapatan kami sekaligus menegaskan posisi BUMA sebagai mitra jasa pertambangan tepercaya di Indonesia,” ujar Ronald, Senin(23/2).(RA)