JAKARTA – Pemerintah telah menerima informasi adanya dua kapal tanker minyak Pertamina yang terjebak di wilayah konflik Iran – Amerika Serikat. Jalur diplomasi kini telah ditempuh untuk bisa mengeluarkan dua kapal tersebut dari perairan teluk.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan akan berusaha untuk bisa membuka jalur pelayaran bagi dua kapal Pertamina yang saat ini masih terjebak. “Sedang diplomasi agar ada cara untuk mereka (dua kapal) dikeluarkan,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3).

Kedua kapal tanker Pertamina tersebut membawa minyak mentah atau crude oil yang berasal dari wilayah Timur Tengah untuk dibawa ke tanah air.

Bahlil menuturkan porsi minyak mentah dari Timur Tengah sekitar 25% dari total volume impor Indonesia. “Kita cari alternatif sumber crude lain,” kata Bahlil.

PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah, dan terdampak akibat eskalasi konflik yang tengah terjadi di area tersebut.

PIS memiliki kantor cabang di Dubai, yakni PIS Middle East (PIS ME) yang saat ini terdapat 30 orang pekerja dan keluarganya.

“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai. Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, dan menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan,” ujar Vega Pita, Pjs Corporate Secretary PIS.

Vega menegaskan fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan pekerja dan kru kapal serta keamanan operasional armada yang berada di jalur strategis.

Terkait posisi armada di kawasan tersebut, PIS melaporkan bahwa terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah; yakni kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair – Irak, kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura – Arab Saudi, kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan – UAE, serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.

 

PIS terus memastikan untuk memantau kondisi keamanan 4 kapal tersebut. PIS secara proaktif berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.

Terdapat dua kapal yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya juga terus dipantau real time untuk memastikan kondisi keamanan.

“Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” kata Vega.