JAKARTA – Sektor energi Indonesia sedang berada dalam fase transformasi signifikan seiring upaya memperkuat ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta mendorong kedaulatan energi jangka panjang. Di tengah proses tersebut, sebagian besar infrastruktur yang ada saat ini masih beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi dan harus tetap berjalan, sembari kapasitas baru dan inisiatif energi yang lebih bersih terus dikembangkan.

Automation Extended dirancang untuk mendukung dan memungkinkan operator melakukan modernisasi serta memperluas kapabilitas secara bertahap, sambil tetap menjaga operasional yang stabil, aman, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diyakini sangat relevan dengan lanskap energi Indonesia, di mana infrastruktur energi tersebar di ribuan pulau, mencakup beragam sumber pembangkitan, dan memegang peran krusial dalam pembangunan nasional serta ketahanan negara.

“Program Automation Extended membantu industri untuk memodernisasi distributed control system (DCS/ sistem kontrol terdistribusi) tanpa mengganggu operasional, dengan memanfaatkan platform ABB yang telah teruji serta memproteksi investasi yang sudah ada,” jelas Anders Maltesen, President Energy Industries division Asia ABB, di Jakarta Rabu(25/2).

Anders menerangkan ekosistem otomasi yang modern, terbuka, dan modular memungkinkan penerapan analitik tingkat lanjut, integrasi AI dan IoT, sehingga teknologi dapat diadopsi sesuai kecepatan dan kesiapan pelanggan tanpa menimbulkan risiko operasional.

Sedangkan arsitektur berbasis pemisahan fungsi (separation-of-concerns) melindungi sistem kontrol utama, sekaligus memungkinkan kapabilitas digital baru untuk diterapkan dalam skala besar, tanpa mengganggu operasi yang sangat krusial.

Program Automation Extended ABB merupakan sebuah evolusi strategis dari sistem kontrol terdistribusi (DCS) yang dirancang untuk membantu industri melakukan modernisasi tanpa disrupsi atau tanpa gangguan.

Operasional di industri saat ini dihadapi pada pasar yang volatil, ancaman keamanan siber, tekanan regulasi, serta dinamika tenaga kerja yang berubah dengan cepat. Automation Extended dari ABB dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan inovasi yang tepat dan cepat tanpa mengganggu produksi, mendukung analisis dan integrasi IoT, sekaligus menyederhanakan sistem operasional agar mudah dikendalikan.

ABB Ability™ System 800xA® 7.0 merupakan versi terbaru dari DCS andalan ABB yang menghadirkan fungsionalitas Automation Extended. Solusi ini menyediakan platform jangka panjang yang stabil untuk mendukung adopsi kapabilitas digital baru secara bertahap, sekaligus menjaga keandalan dan keamanan operasi inti.

Operator tetap dapat mengandalkan sistem ABB yang telah teruji seperti ABB Ability™ System 800xA®, ABB Ability™ Symphony® Plus, dan ABB Freelance, sambil secara bertahap mengadopsi teknologi baru tanpa mengganggu operasional. Pendekatan ini menghadirkan jalur modernisasi yang terstruktur dan minim risiko, menjaga kesinambungan operasional sekaligus membuka ruang bagi inovasi.

Abhinav Harikumar, Vice President Energy Industries Southeast Asia ABB, menambahkan Automation Extended menghadirkan pendekatan modernisasi sistem yang terstruktur bagi pelaku industri Indonesia di berbagai sektor, mulai dari pembangkitan listrik hingga minyak dan gas, sehingga perusahaan dapat bertransformasi sesuai ritme dan kesiapan masing-masing tanpa risiko gangguan operasional.

Automation Extended meningkatkan kinerja yang langsung terasa yang mendorong operasional menjadi lebih efisien, lebih bersih dan lebih cerdas, serta menghadirkan kepercayaan jangka panjang melalui jalur transformasi yang terarah menuju operasi yang semakin otonom, guna mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan,” ujarnya.(RA)