JAKARTA – PT ANTAM (Persero) Tbk atau ANTAM teken Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) anggota holding Merdeka Group yang berlaku selama dua tahun. Volume transaksi mencapai 6 metric ton emas per tahun.

Handi Sutanto, Direktur Komersial ANTAM mengungkapkan peran ANTAM ada connecting mines to market dengan menghubungkan potensi dan sumber daya alam tambang hingga menjadi emas murni yang bisa dimiliki masyarakat. Menurutnya dengan kesepakatan ini bisa memperkuat visi emas ANTAM.

“Kami memperkuat visi emas ANTAM sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikat LBMA di Indonesia lalu dipersembahkan kembali sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” kata Handi dalam keterangannya, Rabu (4/3).

ANTAM dan BSI memang telah memiliki perjanjian jasa pemurnian di aman dore dari tambang dimurnikan di fasilitas ANTAM yang hasilnya menjadi emas butiran (granula) dengan kadar 99,99%.

Menurut Handi dengan adanya stabilitas pasokan ini membuat perusahaan menjadi memungkinkan untuk meningkatkan perbaikan tata kelola pengelolaan pengembangan potensi emas di tanah air.

“Stabilitas pasokan dari sumber jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas ANTAM sebagai produk bersertifikat LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk aspek tata kelola dan keberlanjutan,” ungkap Handi.

Sebagai brand emas nasional ANTAM tidak luptu dari perhatian publik, namun perusahaan melihat dinamika tersebut sebagai hal yang wajar dan perusahaan memastikan seluruh proses yang terjadi dalam produksi emas ANTAM telah berjalan sesuai dengan standar tata kelola dan regulasi yang berlaku. “Berbagai masukan dan perhatian publik kami anggap sebagai energi positif untuk terus melakukan continous improvement, selaras dengan semanat melayani sepenuh hati,” jelas Handi.

Hilirisasi emas sendiri tidak berhenti hingga ke tahap pemurnian namun juga membangun sistem tata kelola rantau pasok yang terintegrasi, transparan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Albert Saputro, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, menuturkan kesepakatan yang terjalin menjadi langkah strategis memastikan penyerapan emas Merdeka di dalam negeri.

Menurutnya dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tujuh Bukit dan Pani membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur.

“GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksu sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” kata Albert. (RI)