JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) teken kerangka kerja sama konsorsium bersama dengan Industri Baterai Indonesia (IBI) dan HYD untuk pengembangan ekosistem baterai listrik. Ini merupakan konsorsium pengganti LG yang sudah hengkang dari proyek serupa tahun lalu.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan proyek kerja sama senilai US$6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun ini merupakan hasil dari proses negosiasi panjang yang telah dimulai sejak 2020.

“Dulu kan LG, tapi kemudian LG-nya, karena dia tidak terlalu cepat, maka kita ambil partner yang baru, dan hari ini kita tandatangani perjanjiannya,” kata Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (30/1).

Bahlil menceritakan bahwa semula pemerintah menggandeng dua mitra global, yakni LG dari Korea Selatan dan CATL dari China, untuk membangun ekosistem baterai di Indonesia. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi monopoli dalam pengembangan industri strategis tersebut.

Namun dalam prosesnya, LG banyak pertimbangan dan tidak memenuhi komitmen awal. Sehingga pemerintah memutuskan untuk melanjutkan proyek tersebut tanpa LG.

Adapun investasi ekosistem kendaraan listrik ini mencakup dari hulu sampai hilir, dari pertambangan, pembangunan smelter berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), pabrik prekursor dan katoda, baterai cell, dan recycle.

“Saya ingin untuk investasi hilirisasi ini betul-betul berjalan dengan win-win yang saling menguntungkan. yang saling menguntungkan teman-teman dari Huayou maupun apa HYD ini ya,” ujar Bahlil.