JAKARTA – Mitsubishi Power, solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Unit 3 di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat yang dimiliki oleh Star Energy Geothermal Darajat II, Limited (SEG).

Setelah proyek tersebut rampung, unit pembangkit ini telah resmi beroperasi secara komersial. Proyek retrofit tersebut berhasil meningkatkan kapasitas pembangkit listrik sebesar 8 megawatt (MW), dari sebelumnya 121 MW menjadi 129 MW, sehingga menjadikan Unit 3 PLTP Darajat sebagai unit pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Sebagai sumber energi terbarukan yang menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) sangat rendah selama proses pembangkitan listrik, energi panas bumi memiliki peran penting dalam mendukung dekarbonisasi. Dengan demikian, proyek retrofit ini turut berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi Indonesia serta peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Proyek retrofit ini mencakup peningkatan kinerja sejumlah komponen pembangkit, dengan menggunakan turbin uap yang diproduksi di fasilitas Nagasaki Shipyard & Machinery Works milik MHI di Nagasaki, Jepang.

Mitsubishi Power bertanggung jawab atas perancangan, manufaktur, dan dukungan instalasi, sementara anak perusahaannya, PT Mitsubishi Power Indonesia, melakukan pekerjaan instalasi di Indonesia melalui skema proyek putar kunci (turnkey). Mitsubishi Power berhasil mencapai kinerja operasional melampaui nilai yang dijanjikan, menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang ditetapkan dalam kontrak, serta menyelesaikan proyek tanpa tanpa insiden keselamatan kerja.

Keberhasilan Mitsubishi Power ini merupakan hasil dari teknologi konstruksi yang dikembangkan oleh MHI Group serta kapabilitas eksekusi proyek yang kuat dari Mitsubishi Power Indonesia.

Seremoni peresmian penyelesaian proyek retrofit dan pengoperasian kembali Unit 3 digelar pada 14 Oktober 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, Mitsubishi Power dan SEG menandatangani Technical Study and Cooperation Agreement (TSCA) untuk menjajaki pemanfaatan teknologi pemeliharaan terkini guna meningkatkan kapasitas turbin uap serta memperkuat keandalan dan ketersediaan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Melalui TSCA ini, Mitsubishi Power Indonesia akan mendukung upaya memaksimalkan nilai aset PLTP dengan memperkenalkan teknologi terbaru dari MHI Group demi menciptakan dan memberikan nilai tambah yang belum pernah ada sebelumnya.

Inisiatif ini didasarkan pada strategi Optimasi Total yang Inovatif(Innovative Total Optimization/ITO) dari MHI Group, yang bertujuan untuk memberikan nilai berkelanjutan kepada pelanggan sepanjang siklus peralatan pembangkit.

Shigeo Yakushijin, Wakil Presiden Eksekutif Mitsubishi Power, menyebut proyek retrofit Unit 3 di PLTP Darajat berhasil meningkatkan kapasitas sistem pembangkit listrik sekaligus mencapai kinerja operasional melampaui nilai yang dijanjikan, serta diselesaikan dalam waktu yang singkat tanpa isu keselamatan.

“Secara khusus, melalui penerapan metode konstruksi inovatif yang memanfaatkan keahlian kami sebagai perancang dan perusahaan pembuat manufaktur orisinal (Original Equipment Manufacturer/OEM), serta pelaksanaan proyek secara putar kunci (turnkey), kami berhasil mempersingkat masa konstruksi secara signifikan,” ujarnya.

MHI Group akan terus mendorong adopsi teknologi yang berkinerja tinggi dan andal demi mendukung stabilnya pasokan listrik. Hal ini penting bagi pembangunan ekonomi di seluruh dunia, sekaligus berkontribusi pada dekarbonisasi sektor energi untuk menjaga lingkungan secara global.(RA)