YOGYAKARTA – PT Pertamina melalui Subholding Downstream atau PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menargetkan semua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) gasoline yang dijual sudah dicampur dengan etanol paling tidak dua tahun dari sekarang.
“Pemerintah sedang menggodok kebijakannya dan insya Allah mungkin dalam 1–2 tahun ke depan, semua produk gasoline akan berbasis etanol,” kata Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga di Fuel Terminal Rewulu, Yogyakarta, Jumat (11/9).
Inisiatif Pertamina untuk mendorong transisi energi sebenarnya sudah dimulai dengan mencampur etanol sebesar 5% ke gasoline, yakni Pertamax Green (RON 95). Saat ini Pertamax Green 95 memang baru tersedia di seluruh provinsi di Pulau Jawa, baik Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, maupun Jawa Timur.
Tempat produksi Pertamax Green, berasal terminal BBM di Surabaya, Jawa Timur karena dekat dengan pasokan etanol yang diproduksi PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto.
“Pertamax Green disuplai dari terminal Surabaya, karena memang untuk produksi etanolnya masih disuplai melalui Enero, perusahaan di Mojokerto yang memproduksi etanol,” jabarnya.
Saat ini, Eko menyebut Pertamina Patra Niaga tengah menyiapkan sarana dan prasarana yang akan mendukung pencampuran etanol ke dalam BBM jenis gasoline.
Menurutnya, setiap fuel terminal harus memiliki handling yang baik terhadap BBM hasil pencampuran dengan etanol. Tangki-tangki maupun sarana blendingnya juga harus disesuaikan dengan spesifikasi etanol.
“Ini sedang menyiapkan kesiapan dari sisi sarana prasarana dari terminal ya, karena ini handling-nya harus benar-benar bagus, dari kita juga harus menyiapkan tangki maupun juga sarana blending-nya juga harus disesuaikan,” jelas Eko.
Eko menambahkan, rencana pencampuran etanol bakal diselaraskan dan dikoordinasikan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga sedang menyiapkan mandatori E20 secara bertahap.
Persiapan dilakukan pada semua aspek, termasuk ekosistem pendukung. Dalam hal ini, Eko menyorot sumber dan kecukupan pasokan etanol yang akan dicampur dengan BBM.
“Mengenai mengenai roadmap-nya sendiri, saat ini memang kita baru di E5 ya, apakah nanti ini sedang digodok eh dan disiapkan kebijakannya oleh Kementerian ESDM nanti berbasis E5, E10, kemudian sampai E20,” ungkap Eko.





Komentar Terbaru