SEBAGAI olahraga paling digemari di dunia termasuk di Indonesia, sepak bola bukan sekadar olahraga tapi menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun manusia, menumbuhkan karakter, memperkuat kohesi sosial. Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sepak bola juga bisa membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Kembali ke tahun 2022, Dunia Energi pernah melihat merasakan secara langsung bagaimana anak-anak di KSB tumbuh bersama sepak bola yang dikelola dengan serius dan profesional. Ada cerita tentang perjuangan, kesetaraan, mimpi dan kerja keras dalam perjalanan tersebut.

Jauh dari gemerlap stadion dan panggung kompetisi tingkat nasional saja, anak perempuan di Sumbawa Barat mulai mendapatkan ruang untuk mengejar mimpi melalui sepak bola. Salah satunya adalah Citra Amelia, gadis belia yang kala itu masih 18 tahun sedari kecil sudah tumbuh dengan kecintaan terhadap sepak bola. Sejak kecil, Citra terbiasa bermain bola bersama teman-temannya. Bahkan ketika masih duduk di bangku SMA, dia kerap bermain tanpa sepatu.

Citra menceritakan tidak pernah merasa rendah diri ketika sudah berada di atas lapangan. Karena menurutnya sepak bola bukan dinilai dari gender atau siapa yang memainkan. “Nggak pernah minder, main saja dengan teman yang laki-laki. Jadi banyak teman,” cerita Citra mengenang awal mula kecintaannya kepada sepakbola.

Dari bermain tanpa sepatu di kampung, kegigihan membawa Citra bisa ikut Liga Sepak Bola Putri KSB U-18. Kompetisi resmi pertama untuk sepak bola putri tingkat kabupaten yang di selenggarakan di Indonesia.

Selain Citra ada juga Ambarwati atau akrab disapa Ambar yang tumbuh bersama sepak bola. Bagi dia yang merupakan Tunagrahita, sepak bola bukan sekedar olah raga menendang bola, tapi menjadi awal untuk mau membuka diri. Bersosialisasi dengan individu lain dan masyarakat luas.  “Aku senang main bola, bisa ketemau main sama teman-teman,” cerita Ambar kala itu.

Saat menjumpai Ambar, bisa terlihat semangatnya dalam menggiring bola ke area lawan. Gol demi gol tercipta, semangat Ambar dan rekan-rekannya sangat terasa. Bersama 26 anak lainnya, Ambar tergabung dalam sebuah klub yang berkompetisi di Liga Kabupaten Sumbawa Barat kategori kelompok penyandang disabilitas.

Sawiyah, Ibu dari Ambar begitu kegirangan ketika tahu ada kegiatan khusus disabilitas. Karena bagi para rekan disabilitas sedari kecil harus langsung berjuang mendapatkan tempat di lingkungan sekitar, bahkan juga di lingkungan sekitar keluarganya sendiri. “Sejak mengikuti Liga KSB, Ambar menjadi lebih percaya diri untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Ia pun jadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Sawiyah sambil menahan haru.

Kisah Citra dan Ambar yang bisa mendapatkan kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuannya bermula dari ketika sepak bola mulai menjadi bagian dari portofolio Social Impact AMMAN melalui program Sports for Development di tahun 2022. Program ini relatif baru dalam portofolio Social Impact, dengan fokus pada pembinaan pemain, pelatih, wasit, dan asosiasi olahraga; capaian awalnya mencakup pelatihan bagi lebih dari 30 pelatih, 26 wasit, 16 anggota asosiasi sepak bola, serta partisipasi 33 tim sepak bola yang masing-masing terdiri dari 22 anak muda atau total 726 pemuda. Pada tahap awal, program diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta gaya hidup sehat di kalangan anak muda dan masyarakat KSB. Pendekatannya tidak hanya berfokus pada pemain, tetapi juga pada ekosistem olahraga secara keseluruhan mulai dari pelatih, wasit, hingga organisasi atau asosiasi sepak bola.

AMMAN menggagas liga sepak bola profesional KSB bersama ASA Foundation, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan ASKAB PSSI KSB, kompetisi dikembangkan mencakup Liga 1 dan Liga 2 umum, U-18 perempuan, U-15 laki-laki, hingga kompetisi untuk penyandang disabilitas.

Kehadiran liga disabilitas menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan program. Sepak bola ditempatkan sebagai ruang inklusi—tempat anak muda, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat umum dapat berpartisipasi, membangun kepercayaan diri, serta menjadi bagian dari komunitas.

Memasuki 2023 AMMAN memulai penciptaan jalur pengembangan talenta diwujudkan melalui kolaborasi dengan PSS Sleman diadakan coaching clinic pertama bagi 50 pemain U-15 hasil seleksi Askab PSSI KSB.

Beberapa bulan kemudian, pada Mei 2023, kerja sama tersebut berlanjut melalui Coaching Clinic Batch 2. Sekitar 80 atlet muda mengikuti pelatihan di Maluk, Benete, dan Sekongkang. Dari proses pembinaan dan seleksi tersebut, 12 talenta muda KSB terpilih mengikuti AMMAN Football Fellowship, sebuah program beasiswa sepak bola selama satu tahun di PSS Development Center Sleman, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk melanjutkan pendidikan formal di Sleman.

Program ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya pembinaan sepak bola AMMAN memberikan jalur yang lebih jelas dari talent identification,  training,  pendidikan dan berlanjut ke pengembangan prestasi.

Tidak hanya “bermain di domestik”, keseriusan dalam menjalankan program pengembangan ditunjukkan ketika AMMAN menggandeng  Borussia Dortmund (BVB) sebagai Official Youth Development Partner sejak akhir tahun 2023. BVB memberikan coaching workshop, pelatihan lokal, konsultasi teknis, perlengkapan sepak bola, serta membuka peluang bagi pemain dan pelatih pilihan untuk mendapatkan pengalaman di BVB Evonik Football Academy.

Memasuki 2024, program berkembang semakin komprehensif. Kolaborasi AMMAN dengan PSS Sleman dan BVB menghasilkan rangkaian kegiatan yang mencakup Talent Scouting, Coaching Clinic, Goes to Sekolah Sepak Bola, Sharing Session, Workshop, dan Seminar.

Lebih dari 500 talenta muda, termasuk pemain perempuan, pemain dengan kebutuhan khusus, serta pelatih lokal, memperoleh pelatihan mengenai teknik dan taktik sepak bola, penguatan fisik dan mental, nutrisi, hingga psikologi olahraga.

Selain itu AMMAN kembali membawa 32 talenta muda KSB ke PSS Sleman untuk mengikuti Trial Football Training dalam rangka Football Fellowship Program 2024/2025.

Selain itu Liga KSB juga diperkuat dan dirancang sebagai kompetisi yang lebih inklusif, melibatkan 20 tim putra U-15, 16 tim putri U-19, dan lima tim disabilitas. Kompetisi tidak hanya menjadi wadah pertandingan, tetapi juga sarana membangun kapasitas kelembagaan ASKAB, pelatih, wasit, dan manajemen klub lokal. AMMAN juga memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga melalui program sertifikasi bersama Persija Jakarta, agar liga KSB untuk memperoleh Lisensi D PSSI.

Tujuan program AMMAN menjadi semakin jelas yakni membangun generasi muda bukan hanya dari sisi kemampuan bermain, tetapi juga kepemimpinan, karakter, mental, fisik, disiplin, dan kesadaran terhadap gaya hidup sehat. Bahkan dampaknya mulai terasa di luar lapangan. Penyelenggaraan liga membuka peluang kerja bagi petugas lapangan, keamanan, dan tim manajemen pertandingan. Sementara bagi penyandang disabilitas, keterlibatan dalam kompetisi memberikan ruang untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi aktif dalam kehidupan komunitas.

Pada 2025, pengembangan Liga Sepak Bola KSB semakin luas. Kompetisi telah menjangkau sembilan kecamatan, dengan format yang mencakup Liga KSB 1, 2, dan 3 untuk putra dewasa, U-15 putra, liga putri, serta liga khusus penyandang disabilitas. Hingga tahun lalu juga AMMAN mencatat ada 41 tim liga pemuda, 674 pemain muda, 50 pemuda penyandang disabilitas, serta 151 orang dewasa yang terdiri dari pelatih, wasit, dan manajer klub sebagai penerima manfaat langsung program Sports for Development. Hasil dari program fellowship yang digagas AMMAN juga mulai menunjukkan hasil.

Gibran Zaky bersama Muhammad Nabil Fitrah yang mengikuti program tahun 2023 berhasil menembus EPA PSS Sleman U-16 dan kemudian memperkuat PSS Sleman di kompetisi Liga 1 Youth.

Memasuki 2026, perjalanan Sports for Development AMMAN memasuki fase baru. Talent Scouting PSS Sleman X AMMAN Football Fellowship kembali digelar dan memasuki tahun ketiga.

Sumber : AMMAN, Diolah : Dunia Energi

Upaya Membangun Manusia dan Komunitas

Amar Nurmansyah, Bupati Sumbawa Barat menilai keberlanjutan program ini menjadi peluang besar bagi generasi muda KSB untuk mengembangkan kemampuan sepak bola secara profesional.

“Program ini telah membuktikan bahwa talenta muda daerah mampu berkembang dan bersaing jika mendapatkan pembinaan yang tepat. Saya berharap seluruh peserta seleksi dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya, menerapkan ilmu yang diperoleh di SSB masing-masing, serta menjunjung tinggi sportivitas dan kerja sama tim,” kata Amar belum lama ini.

Kegiatan talent scouting di Lapangan Sepak Bola Universitas Cordova Taliwang pada Mei lalu sudah melibatkan 42 Sekolah Sepak Bola (SSB) di KSB. Skala partisipasi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem yang dibangun selama beberapa tahun mulai memiliki basis yang semakin luas.

Dampaknya makin terlihat pada level prestasi daerah. Dari 24 pemain dalam skuad Askab PSSI Sumbawa Barat untuk Porprov NTB XII 2026, sebanyak 16 pemain merupakan alumni Fellowship PSS Sleman yang diusung AMMAN.

Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN mengungkapkan bahwa manajemen memilih sepak bola sebagai pintu masuk mengembangkan program pengembangan masyarakat karena merupakan olahraga yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Sumbawa Barat dan memiliki tingkat partisipasi yang tinggi di kalangan anak-anak dan remaja. “AMMAN melihat bahwa sepak bola bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga media yang efektif untuk menjangkau generasi muda dan mendorong pengembangan kapasitas mereka secara menyeluruh,” kata Aji kepada Dunia Energi, Kamis (3/9).

Sepak bola dimanfaatkan sebagai sarana membangun karakter, kepemimpinan, disiplin, kerja sama tim, serta gaya hidup sehat. Selain itu, AMMAN kata Aji melihat potensi besar anak-anak Sumbawa Barat yang memiliki minat dan bakat sepak bola yang tinggi, namun sebelumnya memiliki akses yang terbatas terhadap pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. “Karena itu, AMMAN berupaya menghadirkan ekosistem pembinaan yang mampu membuka peluang pengembangan diri sekaligus menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih prestasi,” jelas dia.

AMMAN merancang Sports for Development dengan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar pembinaan prestasi olahraga. Tujuan utama program ini adalah mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, berkarakter, tangguh, dan berdaya saing.

Aji menjelaskan selain penguatan aspek teknis olahraga, program ini juga memasukkan unsur pendidikan keterampilan hidup (life skills), kesehatan, keselamatan, perlindungan anak, serta pengembangan kemampuan sosial dan emosional peserta. “AMMAN meyakini bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari lahirnya atlet berprestasi, tetapi juga dari munculnya generasi muda yang memiliki karakter kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan,” jelas dia.

Sports for Development ala AMMAN bukan semata-mata tentang mencetak pemain sepak bola. Program ini adalah tentang bagaimana sepak bola digunakan sebagai alat untuk membangun manusia dan komunitas: menanamkan disiplin, karakter, kepemimpinan, sportivitas, kesehatan, kepercayaan diri, serta membuka akses terhadap pendidikan dan peluang masa depan. Perjalanan sejak 2022 hingga 2026 menunjukkan sebuah transformasi.

Apa yang dimulai sebagai program olahraga untuk membangun karakter dan gaya hidup sehat telah berkembang menjadi sebuah ekosistem pengembangan masyarakat berbasis olahraga.

Sports for Development AMMAN menjadikan sepak bola sebagai medium untuk menumbuhkan potensi, membangun karakter, memperkuat komunitas, dan menciptakan peluang bagi generasi muda KSB untuk melangkah lebih jauh.

Dari lapangan lokal, menuju panggung yang lebih besar. Dari pengembangan pemain, menuju penguatan ekosistem. Dan dari olahraga, menuju manusia dan masa depan masyarakat Sumbawa Barat yang lebih baik.