JAKARTA – Pemerintah membuka peluang investasi baru di sektor hulu migas melalui penawaran Blok Mabelo di wilayah onshore dan offshore Sulawesi Tenggara. Blok ini diperkirakan memiliki potensi sumber daya mencapai sekitar 282 juta barel setara minyak (MMSTB).
Dalam informasi resmi yang dirilis Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM, luas area kerja Blok Mabelo tercatat mencapai 7.334,24 kilometer persegi. Pemerintah menetapkan sejumlah persyaratan utama dalam penawaran blok ini, termasuk komitmen pasti selama tiga tahun berupa kegiatan studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D seluas 250 km², serta pemrosesan data seismik 2D sepanjang 500 km.
Pemerintah mematok minimal bonus tanda tangan (signature bonus) dengan skema lelang terbuka (open bid) sebesar US$200.000. Skema kontrak yang ditawarkan adalah cost recovery dengan pembagian hasil (split) sebesar 55:45 untuk minyak dan 50:50 untuk gas.
Pemerintah juga memberikan fleksibilitas bagi investor, khususnya untuk area kerja yang belum dilelang. Direktur Jenderal dapat kembali menawarkan wilayah tersebut melalui studi bersama (joint study) dengan masa penawaran selama 30 hari kerja. Proposal dari peserta studi bersama wajib disampaikan maksimal enam bulan setelah pengumuman area.
Tak hanya itu, pelaku usaha juga diberikan kesempatan untuk mengajukan usulan syarat dan ketentuan baru dalam pengelolaan blok ini, membuka ruang negosiasi yang lebih kompetitif guna menarik minat investasi.
Penawaran Blok Mabelo menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan eksplorasi migas nasional sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya energi di kawasan timur Indonesia



Komentar Terbaru