JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Imbang Tata Alam berhasil mempercepat proses transisi dari eksplorasi ke produksi pada sumur MSTB NW-1 dalam waktu kurang dari dua bulan.
“Alhamdulilah Percepatan Produksi Minyak dari Ekplorasi ke Produksi dapat dilakukan dengan cepat kurang dari 2 bulan atau di POP / Put on Production kan,” kata Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas kepada Dunia Energi, Rabu (18/2).
Sumur eksplorasi MSTB NW-1 ditemukan mengandung minyak pada minggu keempat Desember 2025. Selanjutnya dilakukan uji produksi pada pertengahan Januari 2026, sebelum akhirnya dilakukan tapping pipa ke fasilitas existing, yakni pipa minyak terdekat.
“Sejak ditemukan minyak pada pemboran sumur eksplorasi MSTB NW-1 di minggu ke 4 Desember 2025, kemudian dilakukan test produksi pada pertengahan Januari 2026, dan kemudian taping pipa ke fasilitas existing yaitu pipa minyak terdekat maka sekarang minyaknya sudah dapat langsung di produksikan dan dinyatakan Resmi On-Stream,” jelas Djoko.
Dia menegaskan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan produksi nasional. “Sumur eksplorasi MSTB NW-01 menjadi tonggak penting dalam percepatan produksi dari hasil temuan eksplorasi ke Produksi,” ujar Djoko.
Produksi awal sumur ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan realisasi produksi sumur ini telah berhasil di-ramp-up hingga mencapai 250 barel minyak per hari (bph), menandai dimulainya kontribusi produksi secara nyata.
Keberhasilan eksplorasi ini langsung ditindaklanjuti dengan rencana pengeboran sumur pengembangan MSTB-37 yang terintegrasi dengan Lapangan MSTB. Pengeboran dijadwalkan pada April 2026 menggunakan Rig Arjuna#-3, yang saat ini tengah melanjutkan pengeboran sumur eksplorasi di pulau terdekat.
Disebutkan, pemboran eksplorasi tersebut dilaksanakan seiring dengan menunggu proses perizinan dan persiapan lahan untuk sumur pengembangan MSTB-37. Sumur pengembangan ini ditargetkan mampu menghasilkan produksi sebesar 250 bph dan mulai berproduksi pada akhir Mei 2026, sekaligus menjadi bagian dari program strategis “Triple 100” pengembangan sumur di struktur baru.
Djoko Siswanto menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak antara SKK Migas, PT Imbang Tata Alam dan para pemangku kepantingan, melalui diskusi teknis yang intensif dan koordinasi lintas fungsi. Proses penyediaan lahan dan perijinan yg cepat serta pengadaan barang dan jasa yang juga cepat.
SKK Migas berharap percepatan produksi dari struktur baru ini dapat membantu mengejar ketertinggalan target produksi nasional dalam APBN 2026, terutama di tengah tantangan operasional akibat belum pulihnya operasi penuh pipa gas TGI. “Mohon doa Bapak Ibu semua Insya Allah dapat berjalan lancar aman dan perlahan dapat mengejar ketinggalan produksi,” ujar Djoko.





Komentar Terbaru