JAKARTA – PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan hilirisasi logam tanah jarang (LTJ).
Melalui sinergi Perminas dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia diharapkan mampu mempercepat pengembangan industri pengolahan LTJ, meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral strategis, serta memperkuat posisi nasional dalam rantai pasok global
Perminas merupakan BUMN yang dibentuk berdasarkan mandat Presiden Republik Indonesia untuk mengelola mineral logam tanah jarang, mineral radioaktif, serta mineral kritis dan strategis, termasuk untuk industri pertahanan. Perusahaan ini berperan mengorkestrasi rantai nilai secara menyeluruh, mulai dari eksplorasi hingga komersialisasi
Dikutip dari laman BRIN, Direktur Operasi dan Produksi Perminas, Oktoria Masniari, mengapresiasi kelengkapan serta kapabilitas fasilitas riset BRIN.
“Kolaborasi dengan BRIN dapat mempercepat lahirnya produk dan solusi industri yang memenuhi standar ESG dan tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus mendukung pencapaian target pemerintah,” ujar Oktoria, saat kunjungan ke fasilitas riset ketenaganukliran BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Tangerang Selatan, bersama dengan Badan Industri Mineral (BIM), (9/2). Kunjungan tersebut menindaklanjuti kerja sama dalam mendukung pengembangan dan pengolahan mineral strategis, khususnya LTJ yang berasal dari mineral radioaktif.
Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN, Maman Kartaman Ajiriyanto, menyebut kerja sama ini menjadi momentum penting untuk menjembatani hasil riset menuju tahap industrialisasi.
“Kami telah melakukan riset pengolahan mineral radioaktif dan LTJ sejak lama. Dengan hadirnya Perminas sebagai BUMN yang mengkomersialisasikan teknologi, kami optimistis dalam waktu dekat Indonesia dapat memiliki industri pengolahan LTJ sendiri,” ujarnya.(RA)




Komentar Terbaru