JAKARTA – Kegiatan eksplorasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Cipta Niaga Gemilang (CNG) di Wilayah Kerja (WK) Jabung Tengah menuai hasil positif.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaku Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, CNG telah memulai kembali kegiatan eksplorasi melalui re-entry Sumur Eksplorasi Akeh-1 sejak 31 Desember 2025.
“PT Cipta Niaga Gemilang telah melaksanakan kegiatan re-entry Sumur Eksplorasi Akeh-1 dan melakukan uji kandungan ulang lapisan melalui metode Drill Stem Test (DST) pada awal Februari 2026,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Kamis (5/2).
Selanjutnya telah dilakukan juga uji kandungan dilakukan pada Lapisan LTAF pada interval kedalaman 5.314–5.324 kaki dengan variasi ukuran choke dari 20/64 hingga 48/64. Setiap tahapan pengujian dilakukan dengan durasi antara 12 hingga 18 jam.
Djoko menjelaskan dari hasil pengujian, Sumur Akeh-1 mampu menghasilkan aliran gas sebesar 12 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) serta kondensat sekitar 370 barel per hari (bph).
“Setelah pelaksanaan DST, sumur Akeh-1 akan menjalani pressure monitoring selama kurang lebih delapan hari untuk memperoleh data lanjutan,” katanya.
Secara operasional, kegiatan re-entry Sumur Eksplorasi Akeh-1 menggunakan rig NRem-10 dengan kapasitas 550 tenaga kuda (HP). Hingga saat ini, estimasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar US$3,68 juta atau sekitar 90% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.
Djoko berharap rangkaian uji kandungan dan pemantauan tekanan tersebut dapat menghasilkan aliran produksi yang lebih stabil sehingga mendukung penilaian cadangan hidrokarbon secara lebih akurat.
“Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar untuk penetapan Plan of Production (POP) maupun percepatan pengembangan lapangan ke tahap selanjutnya (di Plan of Development /POD segera),” ujar Djoko.





Komentar Terbaru