JAKARTA – Petinggi PT Pertamina (Persero) menghadap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kantornya di kawasan medan merdeka. Berdasarkan penelusuran Dunia Energi dari sumber di Kementerian ESDM, Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina menghadap Bahlil sebagai persiapan pembentukan subholding baru hasil peleburan tiga Subholding yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Informasi memang sempat beredar tentang peresmian Subholding baru Pertamina dalam waktu dekat. Salah satu poin utama pembentukannya adalah penunjukan posisi direksi yang akan memimpin organisasi baru tersebut.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa manajemen akan memberikan informasi kepada masyarakat ketika peleburan tiga Subholding memang telah diresmikan. “Nanti setelah ada release resmi akan kami sampaikan,” ungkap Baron kepada Dunia Energi, Rabu (4/2).
Simon memang sempat memberi sinyal tiga subholding tersebut akan dilebur di bawah PT Pertamina Patra Niaga. “Kami usahakan go live 1 Februari 2026,” ujar Simon usai menghadiri pelantikan delapan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).
Dia juga pernah menjelaskan latar belakang penggabungan subholding ini adalah karena bentuk yang sekarang ada dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi dunia khususnya sektor energi. Pembentukan subholding Pertamina baru berusia sekitar 6 tahun lalu.
“Saat itu ketika ada holdingisasi itu adalah langkah yang terbaik. Tapi ketika kami melihat sekarang, kondisi sekarang dengan adanya keputusan ini kita sudah membandingkan antara penggabungan subholding PIS dengan Patra Niaga dengan Kilang,” ujar dia. (RI)





Komentar Terbaru