JAKARTA – Puluhan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, seperti Universitas (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Trisakti, Universitas Tidar, hingga Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, antusias mengikuti
Coaching Clinic Tehnik Debat Mahasiswa sukses digelar pada Rabu(28/1/2026).

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara menjelang persiapan Lomba Debat Mahasiswa Dunia Energi yang akan diselenggarakan pada bulan April 2026. Acara debat tahun ini merupakan kali kedua digelar Dunia Energi yang akan mempertemukan berbagai tim dari berbagai universitas ternama di tanah air. Tahun lalu sebanyak 32 tim dari 24 perguruan tinggi mengikuti lomba debat Dunia Energi. Tim dari Universitas Pertamina berhasil menyabet juara 1, setelah mengungguli tim ITPLN yang harus puas di posisi juara 2. Juara 3 diraih tim Undip dan UPN Veteran Jakarta.

Coaching debat mahasiswa dirancang sebagai ruang belajar bersama, bukan untuk menggurui, tapi untuk berbagi pengalaman, mengasah kemampuan, dan memperkuat kepercayaan diri sebelum teman-teman terjun ke arena debat yang sesungguhnya.

Hadir sebagai pembicara Dosen Praktisi Prodi Manajemen Produksi Media Fikom Universitas Padjajaran – StratPlan Director Kendilima, M KH Rachman Ridhatullah; serta Motivator, -Communication Strategist – Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan.

Dalam sambutannya CEO Visi Dunia Energi, Hidayat Tantan, berharap pelatihan ini bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan debat para mahasiswa.

“Dengan bekal latihan yang tepat, forum debat bisa menjadi ruang yang melatih keberanian menyampaikan pendapat sekaligus kedewasaan dalam menerima perbedaan,” ujarnya saat membuka acara Coaching Clinic Tehnik Debat Mahasiswa Dunia Energi, Rabu(28/1/2026).

Rachman Ridhatullah menyampaikan bahwa debat merupakan argumentasi terstruktur dengan posisi yang berlawanan. Menghasilkan menguji validitas argumen, memperluas sudut pandang, mendorong pemikiran kritis.

“Oleh karena itu, diperlukan pemahaman strategis dan manajerial agar debat menjadi alat pembelajaran kolektif, bukan arena pertarungan ego,” ujarnya.

Dony Indrawan menekankan bahwa kegiatan debat dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan khususnya di sektor industri hulu migas. Tidak ada satupun, maupun seorang pun, serta hukum yang membatasi untuk mendapatkan pengetahuan.

Ia mengingatkan mahasiswa dari perguruan tinggi manapun, dengan jurusan apapun, dapat menguasai informasi di bidang industri hulu migas.

“Pengalaman saya yang sudah puluhan tahun di industri hulu migas, banyak yang tidak menyangka kalau latar belakang saya adalah seorang psikolog bukan engineer. Jadi, apapun background pendidikannya bisa menguasai informasi seputar industri hulu migas,” katanya.(RA)