SORONG – PLN Indonesia Power (PLN IP) melakukan pengawasan langsung PLTMG Sorong berkapastias 50 Megawatt (MW), salah satu pembangkit strategis yang menopang sistem kelistrikan Sorong dan sekitarnya dalam rangka memastikan keandalan operasional pembangkit serta kesiapan pasokan energi. Pengawasan ini difokuskan pada kesiapan unit pembangkit dan sistem pendukung dalam menghadapi periode Siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) Tahun 2026.

Selain kesiapan pembangkit, PLN Indonesia Power juga memastikan keandalan pasokan gas sebagai energi primer utama PLTMG Sorong. Peninjauan ke fasilitas Gas Meter Receiving System (MRS) milik Perusda Malamoi Olom Wobok (MOW) dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur penyaluran gas secara menyeluruh.

Purnomo, Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power menyatakan kesiapan pembangkit dan pasokan energi primer merupakan faktor kunci dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, khususnya selama periode siaga RAFI.

“PLN Indonesia Power memastikan PLTMG Sorong siap beroperasi secara andal selama periode Siaga RAFI 2026. Seluruh aspek operasional kami pastikan berjalan dengan mengedepankan keselamatan, keandalan peralatan, serta kesiapan pasokan gas agar kontinuitas listrik kepada masyarakat tetap terjaga,” kata Purnomo dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi pembangkit.

“Keandalan pembangkit gas tidak terlepas dari dukungan pasokan energi primer yang aman dan berkelanjutan. Melalui koordinasi yang erat dengan mitra strategis, kami memastikan sistem pembangkitan di Sorong siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar dia.

Melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pembangkit dan pasokan energi primer, khususnya di wilayah timur Indonesia, sehingga sistem kelistrikan Sorong tetap andal selama periode Siaga RAFI 2026.