JAKARTA – Kabar baik dari industri migas tanah air setelah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sukses menambah produksi minyaknya melalui sumur idle. Salah satu upaya untuk menambah produksi minyak pada sumur-sumur minyak yang sudah tidak lagi berproduksi dan karena sudah mature.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan Exxon menjalankan arahan pemerintah untuk memanfaatkan berbagai metode demi menambah produksi minyak dan kali ini melalui pemanfaatan teknologi yang berujung positif.
“Exxon telah melaksanakan pekerjaan pada Sumur idle Banyu Urip B05 dengan intervensi technologi yaitu kegiatan Gas Shut-Off (GSO) menggunakan chemical baru, pekerjaan reperforasi setelah pekerjaan GSO, Water Shut-Off (WSO) menggunakan bridge plug, serta stimulasi sumur pada area re-perf dengan pemompaan (LDA),” jelas Djoko kepada Dunia Energi, Senin (26/1).
Lebih lanjut dia menuturkan pekerjaan pada Sumur Idle Banyu Urip B05 memakan waktu 3 minggu dan dinyatakan selesai pada tanggal 22 Januari 2025. Hasilnya benar-benar di luar dugaan karena mampu menunjukkan kinerja sumur yang sangat positif.
“Hasil flow test menunjukkan capaian produksi sumur idle B-05 adalah sekitar lebih kurang 4.500 barel per hari (bph) (field oil net), yang secara signifikan melebihi target awal produksi sebesar 1.000 bph (field oil net),”.
Hasil ini tentu menjadi salah satu kabar paling baik yang didapatkan pada awal tahun 2026 setelah kabar buruk menerjang dengan rusaknya pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang menyebabkan anjloknya produksi minyak di Blok Rokan. (RI)





Komentar Terbaru