JAKARTA – PT Pertamina EP sukses realisasikan inovasi untuk meningkatkan produksi LPG dan minyak dari struktur Tundan, Prabumulih Barat serta Gunung Kemala dari SKG-X.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menjelaskan peningkatan produksinya cukup signifikan.

“Dari 55 Metrik Ton per Day (MTD) menjadi 85 MTD dan kondensat dari 200 Barel per Hari (bph) menjadi 350 bph tanpa melakukan pengeboran sumur baru dan LPG nya masih dapat ditingkatkan menjadi 100 MTD,” kata Djoko kepada Dunai Energi, Kamis (22/1).

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan secara singkat inovasi yang dilakukan Pertamina EP cukup sederhana yaitu gas yang mengalir dalam pipa yang masih mengandung molekul C3 & C4 (Propana & Butana) di belokan dengan memasang pipa 10 km berdiameter 8 inchi ke fasilitas LPG Plant terdekat menggunakan kompresor untuk menambah tekanan dan Refregerantor untuk memisahkan C3 & C4-nya menjadi LPG dan juga menghasilkan tambahan kondensat. “Adapun biaya investasinya hanya sebesar US$3.6 juta dan akan BEP dalam waktu 6 bulan saja,” ujar Djoko.

Dengan keberhasilan inovasi, menurut Djoko biaya investasi yang rendah dan BEP yang cepat, maka SKK Migas dan Pertamina bakal menggenjot penerapan inovasi tersebut di wilayah lain baik yang keluar dari sumur gas maupun yang mengalir dalam pipa gas, dimana gas-nya mengandung C3 dan C4 diseluruh lapangan gas baik di Pertamina dan KKKS.

“Ini wajib dan harus di ekstrak menjadi LPG. Tujuannya agar Impor LPG berkurang dan ketahanan energi meningkat ketersediaan LPG bagi masyarakat banyak terjamin,” kata Djoko.