JAKARTA – Pemerintah mematok target ambisius untuk tidak lagi melakukan impor BBM jenis RON 92, 95 dan 98 pada tahun 2028 yang berarti keran impor masih dibuka sampai tahun 2027.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan penghentian impor BBM jenis gasoline dilakukan seiring dengan kesiapan kilang-kilang Pertamina dalam memproduksi BBM dengan kualitas tinggi.
“Untuk bensin RON92, RON95, RON98 tetap kita masih melakukan impor sampai dengan tahun 2027,” ungkap Bahlil di komplek parlemen, Kamis (22/1).
Kehadiran Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan membuat pemerintah percaya diri untuk menghentikan impor BBM. Untuk jenis gasoil atau solar saja tahun ini sudah tidak lagi diberikan izin impornya. Terutama yang tergolong Catane (CN48). “Impor BBM di tahun 2026 khusus untuk solar, sudah kita putuskan tidak melakukan impor di CN48,” ungkap Bahlil.
Sementara untuk CN51 masih diberikan izin impornya maksimal hingga bulan Juni nanti. Nantinya badan usaha swasta penjual BBM diwajibkan membeli BBM jenis solar dari Pertamina. “CN51 karena volumenya kecil dan pabrik refinery kita belum siap memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini akan dilakukan pengentiannya di semester 2 di tahun 2026,” jelas Bahlil. (RI)





Komentar Terbaru