JAKARTA – Pemerintah menegaskan masih melakukan persiapan berupa berbagai uji kelayakan untuk menerapkan mandatori Biodiesel 50% dicampur dengan solar atau B50 pada tahun ini. Untuk sementara B40 masih akan terus berlanjut.

Eniya Listiyani Dewi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan berbagai uji teknis B50 terus dilakukan untuk mematangkan program tersebut. Pemerintah sendiri memang sempat menargetkan B50 bisa dilakukan awal tahun 2026 ini.

“B50 tetap disiapkan uji lengkap teknisnya. Mandatory adalah perkara lain, kebijakan B50 akan diambil setelah memastikan roadtest hasilnya cocok untuk diterapkan,” kata Eniya kepada Dunia Energi, Rabu (14/1).

Lebih lanjut dia menegaskan Pegram B50 bukan dibatalkan namun pelaksanaannya memang menunggu hasil berbagai uji kelayakan yang sedang dilakukan. “Kalau B50 sendiri terus dipersiapkan secara teknis, sekarang RoadTest sudah memasuki lebih dari 10.000 km untuk sektor otomotif,” jelas Eniya.

Dia menuturkan dari sisi pendanaan, insentif yang telah disepakati saat ini adalah untuk B40 senilai Rp47,2 triliun dari BPDP. Namun jika dikemudian hari ada perubahan maka akan disesuaikan. “Ini tertera di kepmen mandatori B40 yang sudaj diterbitkan Menteri ESDM juga,” ungkap Eniya.

Beleid tersebut juga mengalokasikan jumlah volume B40 untuk tahun ini sebesar 15,64 juta Kiloliter (KL). “Tapi diktum ke enam menginfokan jika terjadi perubahan maka akan disesuaikan,” tegas Eniya. (RI)