BALIKPAPAN – Kegiatan eksplorasi migas di Indonesia harus diperluas jangkauannya demi mendapatkan kepastian cadangan yang memang sangat dibutuhkan Indonesia ditengah tingginya impor minyak mentah maupun BBM.

Prabowo Subianto, Presiden Indonesia menegaskan jajarannya harus membuka pintu selebar-lebarnya bagi perusahaan yang mau melakukan eksplorasi dan berinvestasi di sektor hulu migas tanah air.

“Saya minta ya Kementerian ESDM, segera perluas eksplorasi, segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi,” kata Prabowo disela meresmikan RDMP Balikpapan, Senin (12/1).

Dia pun tidak menampik ada praktik tidak sehat dalam mengurus perizinan sebelum kegiatan eksplorasi dilakukan. Untuk itu dia meminta Kementerian ESDM untuk turun tangan bertindak dan mencegah praktik tersebut. “Jangan dikutip-kutip di depan. Jaga terus kepercayaan rakyat,” ujar Prabowo.

Eksplorasi di tanah air memang sangat mendesak. Tanda-tanda perbaikan eksplorasi sebenarnya sudah terjadi ketika ditemukan cadangan dalam jumlah besar oleh Mubadala Energy di wilayah Andaman di sekitar Aceh. Namun itu merupakan cadangan gas, sementara Indonesia sangat membutuhkan tambahan produksi minyak.

Sepanjang tahun 2025 lalu ada tiga kali penawaran blok migas dilakukan oleh Kementerian ESDM dengan total blok migas yang ditawarkan sebanyak 20 blok migas. Lebih dari 70 blok migas terhitung sejak tahun 2024 bakal dilelang pemerintah hingga tahun 2028 mendatang. Dengan banyaknya blok migas dilelang diharapkan bisa menemukan cadangan big fish untuk minyak. Cadangan minyak dalam jumlah jumbo terakhir yang ditemukan adalah lapangan Banyu Urip di blok Cepu yang saat ini dikelola ExxonMobil Cepu Limited lebih dari 20 tahun lalu. (RI)