JAKARTA – Ribuan personil PLN Indonesia Power bersiaga penuh dalam menjamin ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat di masa natal dan tahun baru 2026.

Dalam periode siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru), Subholding PLN Indonesia Power menyiapkan daya mampu netto sebesar 20.900 MW Megawatt (MW), dengan daya mampu pasok mencapai 19.228 MW dan tingkat keandalan pembangkit (availability factor) rata-rata 92%.

Agung Siswanto, Sekretaris Perusahaan PLN menyatakan sebanyak 443 unit mesin pembangkit yang tersebar di 43 Unit Bisnis disiagakan untuk memastikan sistem pembangkitan tetap berjalan andal dan stabil. Tak hanya dari sisi pembangkit, kesiapan energi primer juga berada dalam kondisi aman.

“Stok batu bara rata-rata mencapai 23 Hari Operasi Pembangkit (HOP), LNG 12 HOP, dan BBM 20 HOP, sehingga operasional pembangkit dapat berlangsung tanpa hambatan selama periode libur panjang,” ungkap Agung dalam keterangannya, Rabu (31/12).

Dari sisi sumber daya manusia dan pengamanan, PLN Indonesia Power mengerahkan 4.882 personel siaga, yang terdiri dari 1.623 personel operasi, 675 personel pemeliharaan, dan 2.584 personel pengamanan korporat. Untuk mendukung respons cepat di lapangan, turut disiagakan 33 unit mobil pemadam kebakaran, 25 unit ambulans, berbagai peralatan pendukung, serta material cadang gangguan dalam jumlah memadai.

Selain itu, 76 Posko Siaga Keandalan Pembangkit dioperasikan dan tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Indonesia Power.

Melalui kesiapsiagaan menyeluruh ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru dengan nyaman, hangat, dan penuh sukacita.