JAKARTA – Tepat pada 25 Desember 2025, sejarah baru tercipta karena untuk pertama kalinya minyak dari sumur masyarakat mengalir resmi tercatat masuk ke stasiun pengumpul Tempino milik Pertamina, dan tercatat sebagai bagian produksi minyak nasional.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan ada cara untuk melakukan lifting minyak dari sumur rakyat, yang juga ditempuh untuk memisahkan kandungan air dari minyak. Total minyak yang dikirim pertama kali ke SP Tempino sebesar 62,761 Bbl std.

“Jadi minyak dari sumur rakyat ditampung dalam jerigen jerigen besar dibawa  mobil cold , kemudian diendapkan sementara tahap 1 selama kurang lebih empat hari, kemudian diangkut menggunakan truk, dan diendapkan kembali pada tanki tanki portabel yang lebih besar kurang lebih dua hari agar untuk memisahkan air,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Jumat (26/12).

Selanjutnya, minyak kemudian diangkut pake menggunakan dan mobil tangki. “Untuk diserahkan ke Pertamina pada gathering stasiun pengumpul Pertamina,” ujar Djoko.

PT Pertamina EP yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebelumnya telah teken kerjasama dengan UMKM PT Batanghari Sinar Energi. Ini merupakan kesepakatan pertama dalam pengelolaan bersama sumur rakyat yang selama ini dianggap ilegal dan produksinya justru tidak tercatat secara nasional.

Penyaluran minyak dari sumur rakyat ini merupakan implementasi dari pelaksanaan UU Migas tahun 2001 pasal 9 ayat (1) butir c yang menyebutkan bahwa kegiatan usaha hulu migas dapat dilaksanakan oleh Koperasi Usaha Kecil dan juga sesuai dengam pasal 33 UUD 45.

Selain itu pengiriman minyak perdana ini juga merupakan sebagai tindak lanjut dari Permen 14/2025 dan juga sudah mendapatkan persetujuan langsung dari Menteri ESDM melalui SK Mentri ESDM No.T-450/MG.54/MEM.M/2025 tanggal 19 Desember 2025 terkait persetujuan UMKM untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan sumur masyarakat.

Djoko menambahkan setelah dilakukan tes dan pengukuran, minyak dari sumur rakyat yang diterima Pertamina ternyata memiliku kualitas yang sangat baik.

“Alhamdulilah, minyak mentah dari sumur masyarakat yang diterima Pertamina kualitasnya bagus banget kadar airnya pun sangat sedikit sekali,” kata Djoko.