JAKARTA- PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), emiten layanan energi yang memberikan berbagai solusi terkemuka di industri minyak dan gas bumi, mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari-September 2020.
Laporan keterbukaan informasi Radiant yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/11), menyatakan peningkatan pendapatan dari Rp 1,12 triliun pada periode hingga September 2019 menjadi Rp 1,194 triliun pada akhir kuartal III 2020 dan berkurangnya beban umum dan administrasi dari Rp 95,1 miliar menjadi Rp91,22 miliar dan beban penjualan dari Rp 1,19 triliun menjadi Rp 931,3 juta. Dengan demikian laba usaha naik dari Rp 65,6 miliar menjadi Rp 82,3 miliar.
Adapun laba bersih perusahaan tercatat Rp 22,58 miliar, naik dari Rp 21,33 miliar.
Aset perusahaan juga bertamba menjadi Rp 1,29 triliun dari Rp1,25 triliun. Ini terdiri atas aset lancar yang naik dari Rp 611,75 miliar menjadi Rp 664,66 miliar ditopang oleh kas dan setara kas yang naik menjadi Rp 95,76 miliar dari RP64,26 miliar. Adapun aset tidak lancar turun dari Rp639,6 miliar menjadi Rp625,67 miliar, ditopang berkurangnya uang muka pembelian aset tetap.
Di sisi lain, total utang naik menjadi Rp839,36 miliar dari Rp818,35 miliar. Ini terdiri aas utang jangka pendek Rp 583,49 miliar, turun dari Rp591,4 miliar dan utang jangka panjang yang naik menjadi Rp 255,87 miliar dari Rp227,95 miliar. Sementar itu, total ekuitas naik dari Rp 433 miliar menjadi Rp 450,97 miliar.
Radiant Utama menyediakan jasa pendukung untuk industri energi dan melayani berbagai layanan untuk memenuhi setiap kebutuhan pelanggan, baik darat maupun lepas pantai. Radiant memiliki sejumlah anak usaha terdiri atas PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines dan PT Supraco Deep Water, mempekerjakan sekitar 3.155 orang dan beroperasi di 12 cabang / kantor perwakilan di seluruh Indonesia.
Perusahaan yang didirikan pada 1984 itu memulai debut di pasar modal pada 2006, dengan keuntungan Rp. 42,5 miliar dari Initial Public Offering (IPO). Pada 12 Juli 2006, Perusahaan pertama kali go public dan efektif tercatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan jumlah saham mencapai 770 juta lembar saham dengan kode “RUIS”.
Sebagai holding dari beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang industri Minyak dan Gas di Indonesia, perusahaan melayani bidang bisnis seperti Inspection & Certification, Technical Support Services, Agency & Trading, Marine & Construction, dan Offshore Production Facilities. (RA)


Komentar Terbaru