JAKARTA – Produksi minyak Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil berpotensi kembali meningkat seiring penambahan cadangan yang dilaporkan kontraktor asal Amerika Serikat tersebut kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Fatar Yani Abdurrahman, Deputi Operasi SKK Migas, mengatakan saat ini masih dilakukan uji produksi tingkat tinggi atau High Rate Test (HRT) oleh kontraktor pengelola untuk memastikan kemampuang fasilitas produksi Blok Cepu jika produksinya ditambah. Produksi Blok Cepu diproyeksi bisa ditingkatkan antara 235 ribu barel per hari hingga 250 ribu bph.

“Kalau mau dinaikkan lagi hingga 235 ribu bph, atau bahkan di-challenge sampai 250 ribu bph. Kami lagi bicara dengan ExxonMobil,” kata Fatar di Jakarta, Kamis (8/8).

Menurut Fatar, penambahan produksi tidak memerlukan pengajuan kembali rencana pengembangan (Plan of Development/PoD). SKK Migas nanti tinggal melakukan pengawasan PoD. Adapun yang harus didapatkan terlebih dahulu nantinya adalah merevisi Analisis Dampak Lingkungan atau Amdal. “Jadi paling Amdal saja dirubah. Kalau PoD tidak perlu, nanti PoD monitoring saja,” katanya.

HRT sendiri dilakukan selama enam bulan. Jika tidak ada kendala berarti pengujian akan selesai pada November mendatang dan bisa diketahui hasilnya.

SKK Migas optimistis dengan rencana peningkatan produksi Blok Cepu. Untuk tahun ini saja Blok Cepu ditargetkan bisa memproduksi minyak hingga 225 ribu bph. Jika ditingkatkan lebih besar lagi maka kemungkinan baru bisa terealisasi pada 2020.

Azi Alam, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil, mengatakan HRT telah dilakukan sesuai dengan permintaan SKK Migas. Selama proses berlangsung, ExxonMobil fokus mengamati keselamatan dan keandalan operasi. Serta memenuhi persyaratan Amdal yang berlaku.

“Apabila disimpulkan bahwa kami dapat berproduksi secara aman dan andal, kami akan melanjutkan dengan proses revisi Amdal secara efisien, dengan dukungan penuh dari SKK Migas,” kata Azi.

Blok Cepu menjelma menjadi blok yang paling diandalkan oleh Indonesia menggeser Rokan yang sebelunnya selalu menjadi primadona. lifting minyak Blok Cepu tahun ini ditargetkan sebesar 216 ribu bph. Sampai akhir semester satu, realisasi rata-rata lifting minyak Blok Cepu tercatat sebesar 220 ribu bph.(RI)