JAKARTA – Tahun 2025 memang baru saja berlalu dan di tahun lalu juga berbagai capaian atau realisasi kinerja hulu migas terbilang positif. Salah satu indikatornya adalah klaim Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) tentang lifting migas yang sangat dekat dengan target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 605 ribu barel per haru untuk minyak dan  atau jelang akhir tahun lalu bahkan mencapai target.

Beberapa rangkaian momentum dan capaian penting industri hulu migas Indonesia coba dirangkum, antara lain :

Januari
Petronas melalui PC North Madura II Ltd kembangkan lapangan Hidayah dengan disetujuinya Final Investment Decision.

Februari
Digelarnya Indonesia Drilling and Well Intervention Forum sebagai komitmen SKK Migas dan para pelaku usaha untuk memastikan tercapainya target pemboran di tahun 2025.
Bulan ini juga momentum meningkatnya skor investor attractiveness Indonesia menjadi 5,35 didorong adanya perbaikan sistem fiskal, kontrak dan kesuksesan eksplorasi.

Maret
Pertamina Zona Rokan resmi mengoperasikan New Pematang Substation

April
Peresmian fasilitas pemrosesan gas Akatara di Jambi (AGPF)

Mei
Persetujuan Plan of Development (PoD) Lapangan Anambas yang dikelola oleh KUFPEC, Perusahaan asal Kuwait dengan nilai investasi mencapai US$1,54 miliar.

Selain itu juga diresmikannya dua proyek migas Medco yakni Lapangan Forel dan Terubuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek di kedua lapangan tersebut jadi proyek minyak dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terbesar karena hampir 100%.

Juni
Eksplorasi Migas Non Konvensional di blok Rokan resmi memasuki tahap appraisal. Bulan Juni juga ditandai dengan meningkatnya produksi lapangan Banyu Urip di Blok Cepu sebesar 30 ribu barel per hari dengan diresmikannya proyek BUIC oleh Presiden Prabowo Subianto.

Juli
Gencarnya pemerintah membuka peluang kerja sama pengelolaan sumur minyak tua antara BUMD, UMKM dan Koperasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang selama ini dianggap ilegal. Kebijakan baru ini dipayungi oleh ketetapan hukum resmi yakni Permen ESDM No 14 Tahun 2025.

Semester I 2025 juga diakhiri dengan realisasi investasi hulu migas sebesar US$7,19 miliar atau tumbuh 28,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Selain itu TKDN pada proyek Non PSN tercatat sebesar 59% dan PSN 58% jauh melebihi target awal sebesar 18%.

Lapangan Terubuk juga mulai berproduksui sebesar 6.600 barel per hari dan 60 MMscfd gas.

Agustus
Fabrikasi anjungan proyek Tangguh UCC dimulai. Selain itu milestone penting tercatat di bulan ini dengan disepakatinya 490 titik lokasi sumur minyak di Sumatera Selatan yang bisa dikerjasamakan dengan KKKS.

Lalu ada peresmian pengerjaan fasilitas Floating LNG Genting Oil yang merupakan fasilitas Floating LNG pertama di Indoenesia.

Kemudian temuan cadangan migas di sumur Sungai Anggur Selatan-2 oleh PT Sele Raya Belida dengan estimasi produksi mencapai 3 ribuan barel per hari minyak dan 3 MMscfd gas.

September
Tahap FEED Proyek Abadi Masela mulai dilakukan. Kemudian diresmikannya proyek South Hub di Kalimantan Timur yang melibatkan beberapa KKKS untuk mengoptimalkan produksi migas di sana yakni ENI Indonesia, Pertamina Hulu Energi East Sepinggan serta Tiptop Indonesia.

Oktober
SKK Migas merilis potensi cadangan migas di laut dalam Indonesia sebsear 50 TCF dan 1 miliar barel minyak dalam forum SPE Asia Pasifik.

SKK Migas juga menandatangani MoU dengan AIQ perusahaan teknologi asal Abu Dhabi untuk akselerasi penerapan AI di industri hulu migas.

November
Digitalisasi data hulu migas tanah air melalui Go LIbe Data Platform.

Desember
Head of Aagreement pemanfaatan gas Andaman antara Mubadala Energy dan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). SKK Migas juga meraih Gold Rank ASRRAT 2025 yang jadi pengakuan atas konsistensi laporan keberlanjutan ekonomi, sosial, lingkungna dan tata kelola.

PT PHR sukses tambah produksi dari Sumur Ampuh AH030 sebesar 2.098 barel per hari yang merupakan minyak mentah murni tanpa kandungan air dan gas.

Lalu ada juga peresmian injeksi kimia atau Chemical EOR dengan skala ekonomi di Lapangan Minas Area A. Akhir tahun ini juga ditandai dengan tembusnya produksi lapangan Pendalian sebesar 1.000 barel per hari yang dikelola oleh PT APG Westkampar Indonesia atau tumbuh signifikan dari hanya 200 barel per hari di awal tahun 2023.