JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) optimistis kegiatan eksplorasi migas melalui survei seismik 3D dan 4D di perairan Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi mengungkap cadangan gas bumi dalam jumlah besar. Survei yang dioperasikan oleh ENI menggunakan kapal Seismic TGS Ramform Sovereign.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan, survei seismik menggunakan kapal TGS Ramform Sovereign itu menjadi salah satu kegiatan survei seismik terbesar dan terpanjang dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Nilai investasi kegiatan tersebut mencapai sekitar US$100 juta dengan cakupan lintasan survei sekitar 12.000 km2.
“Lead gas-nya 30 TCF, potensi resource gas-nya diperkirakan sebesar 16 TCF. Keyakinan geologist akan dapat 10 TCF,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (23/10).
Menurut Djoko, survei tersebut merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan keberhasilan eksplorasi migas nasional, terutama untuk menemukan sumber daya gas bumi berukuran besar yang dapat mendukung ketahanan energi Indonesia.
Kapal TGS Ramform Sovereign dijadwalkan menyelesaikan pekerjaan survei seismik 3D dan 4D di perairan Kaltim pada pekan depan. Djoko menyebut, teknologi yang digunakan kapal tersebut memungkinkan pengumpulan dan pengolahan data seismik secara langsung di atas kapal.
“Insya Allah ditemukan cadangan gas triliunan TCF,” ujarnya.
Djoko menjelaskan, kapal tersebut menggunakan teknologi multi-sensor GeoStreamer dengan 12 kabel streamer. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data seismik dengan cakupan luas dan kualitas data yang mendukung pemetaan struktur bawah permukaan secara lebih terperinci.
Dalam peninjauan tersebut, Djoko juga melihat langsung proses pengolahan data seismik di atas kapal. Hasil pengolahan data awal menjadi salah satu aspek yang diharapkan dapat memperkuat prospek penemuan sumber daya gas di wilayah survei.
Survei seismik merupakan tahapan penting dalam kegiatan eksplorasi migas untuk mengidentifikasi struktur geologi dan mengevaluasi potensi keberadaan hidrokarbon sebelum pengeboran eksplorasi dilakukan. Meski demikian, indikasi sumber daya yang teridentifikasi melalui survei belum dapat langsung dikategorikan sebagai cadangan terbukti.
Dalam kegiatan eksplorasi tersebut, ENI bertindak sebagai operator, dengan Petronas, Pertamina yang memiliki hak partisipasi (participating interest / PI) sebesar 10%, serta Medco yang juga memiliki partisipasi sebesar 10% sebagai mitra.
Besarnya potensi yang dibidik menjadikan survei ini strategis bagi upaya peningkatan penemuan sumber daya gas nasional. Apabila hasil eksplorasi nantinya dikonfirmasi melalui tahapan evaluasi dan pengeboran, temuan tersebut berpotensi menambah portofolio sumber daya gas Indonesia untuk mendukung kebutuhan domestik maupun pengembangan industri gas bumi ke depan. (RI)





Komentar Terbaru