JAKARTA – Sumur Manpatu-101 (MPT-101) yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan hasil positif pada uji produksi sementara dengan laju alir gas mencapai 16,2 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) dan kondensat 655,8 barel per hari. Capaian tersebut melampaui target produksi awal gas sebesar 15 MMSCFD atau mencapai 108% dari target.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)  mengatakan keberhasilan pengembangan Sumur Manpatu-101 menjadi gambaran bahwa pengembangan lapangan migas membutuhkan waktu sejak penemuan cadangan melalui kegiatan eksplorasi hingga siap berproduksi.

“Sumur yang berada di platform MP-1 ini merupakan sumur baru dari POD Manpatu Tahun 2023, hasil eksplorasi MPT-1X pada 2021. Ini menunjukkan bahwa sejak ditemukan gas, perlu waktu rata-rata kurang lebih lima tahun untuk bisa produksi, untuk membangun fasilitas produksinya,” ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (19/10).

Sumur Manpatu-101 merupakan bagian dari pengembangan Lapangan South Mahakam di perairan Selat Makassar, sekitar 20 kilometer dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Sumur tersebut dikembangkan berdasarkan Plan of Development (POD) Manpatu yang disetujui pada 2023, sebagai tindak lanjut hasil eksplorasi Sumur Manpatu-1X pada 2021.

Pekerjaan tie-back dan re-entry Sumur Manpatu-101 telah diselesaikan. Pekerjaan re-entry dilakukan dengan memasang peralatan completion untuk mengalirkan hidrokarbon dari zona yang sebelumnya telah terbukti melalui pengeboran eksplorasi Manpatu-1X, yang berlangsung pada Agustus 2021 hingga Februari 2022.

“Pada uji produksi sementara, sumur tersebut menghasilkan gas sebesar 16,2 MMSCFD dan kondensat 655,8 barel per hari pada bukaan choke 30/64 inci. Laju alir gas itu setara dengan 108% dari target produksi awal sebesar 15 MMSCFD,” ungkap Djoko.

Secara teknis, sumur ini menargetkan Formasi Sepinggan Deltaic Sequence (SDS) dan Sepinggan Carbonate Sequence (SCS). Operasi menggunakan rig Zhong You Hai-16 untuk membuka kembali Sumur Manpatu-1X hingga kedalaman 4.158,2 meter terukur (measured depth/mMD).

Pekerjaan operasional berlangsung selama 49 hari hingga memasuki tahap uji produksi. Estimasi biaya berdasarkan field estimate mencapai US$16,57 juta, atau sekitar 101,6% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui sebesar US$16,31 juta.

Tahap selanjutnya adalah melanjutkan uji produksi dan mengalirkan sumur pada laju yang optimal dengan tetap menjaga kualitas reservoir. Hasil pengujian lanjutan akan menjadi acuan untuk menentukan tingkat produksi yang dapat dipertahankan.