KENDARI – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan solusi berbasis sains untuk memulihkan lahan bekas tambang di Sulawesi Tenggara yang kerusakannya dinilai semakin sulit dikendalikan.
Bukan dengan cara reboisasi biasa, BRIN melalui Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biodiversity Lahan Tambang akan mengembangkan teknologi bioremediasi dan fitoremediasi, yakni pemulihan ekosistem dengan memanfaatkan organisme biologis dan tanaman.
Pendekatan ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo, Kendari, Rabu (14/10), yang mempertemukan peneliti BRIN dengan lima perguruan tinggi di Sultra.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Rubiyo, mengatakan teknologi tersebut sudah terbukti memperbaiki lahan bekas tambang batu bara di Kalimantan Utara dan tambang timah di Bangka Belitung.
“Pengalaman penelitian di sana menunjukkan pendekatan berbasis tanaman dapat membantu proses pemulihan lahan. Potensi ini perlu dikaji untuk kondisi Sulawesi Tenggara karena setiap kawasan punya karakteristik tanah dan gangguan yang berbeda,” ujar Rubiyo.
Ia menegaskan pemulihan bukan sekadar menghijaukan kembali lahan rusak.
“Yang lebih penting adalah bagaimana fungsi ekologis tanah dapat diperbaiki, vegetasi dapat tumbuh berkelanjutan, dan lahan kembali memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Peneliti BRIN La Sinaini mengingatkan kerusakan akibat tambang masif di Sultra tidak bisa dilihat hanya dari lahan rusak. Perubahan kualitas tanah dan air, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga dampak sosial ekonomi harus diteliti secara terintegrasi.
“Persoalan lingkungan akibat pertambangan tidak dapat diselesaikan hanya dengan melihat kondisi lahan yang rusak. Pendekatan riset yang terintegrasi sangat dibutuhkan agar pemulihan benar-benar didasarkan pada bukti ilmiah,” kata La Sinaini.
Melalui PKR Biodiversity Lahan Tambang, BRIN mengonsolidasikan peneliti dari Universitas Halu Oleo, Universitas Lakidende, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Buton, dan UIN Kendari untuk menghasilkan rekomendasi dan teknologi reklamasi yang aplikatif dan berbasis karakteristik lokal Sultra.(RA)




Komentar Terbaru