JAKARTA – Raksasa pertambangan asal Brasil, Vale, bersiap menguji coba shiploader atau alat pemuat kapal otonom pertamanya pada Desember mendatang di Ponta da Madeira, Brasil. Langkah ini menjadi penanda serius perusahaan menuju operasional pelabuhan yang sepenuhnya otomatis.

Dilansir dari situs Splash247, Senin (12/10), uji coba di São Luís, negara bagian Maranhão, tersebut akan melibatkan shiploader yang mampu menjalankan siklus operasinya tanpa perintah langsung dari manusia, meski staf tetap akan mengawasi peralatan.

Saat ini Vale telah mengoperasikan delapan shiploader secara jarak jauh di Ponta da Madeira dan empat lainnya di Tubarão. Sistem baru yang akan diuji ini melampaui sekadar kendali jarak jauh, karena memungkinkan peralatan untuk mengatur pergerakannya sendiri.

Otomatisasi tidak berhenti di shiploader. Vale juga mulai menggunakan drone untuk menangani tali pandu (messenger lines) saat kapal bersandar. Inovasi ini mengurangi kebutuhan akan kapal kecil pemandu dan memangkas waktu operasi dari tujuh menit menjadi sekitar setengahnya.

Program otomatisasi yang lebih luas telah memberikan hasil terukur bagi Vale. Sistem Optimalisasi Operasi Pelabuhan Terintegrasi (SIOP) berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan tercatat meningkatkan pengiriman bijih besi lebih dari 1,5 persen dan mengurangi biaya demurrage atau denda keterlambatan kapal hingga 2 persen.

SIOP bekerja dengan menghitung ulang rencana operasional setiap 30 menit, mengoordinasikan kedatangan kereta api, pergerakan di area penumpukan (stockyard), dan pemuatan kapal, dengan memperhitungkan kondisi pasang surut, ketersediaan peralatan, dan karakteristik muatan.

Platform AI terpisah bernama AI Fleet yang memberikan rekomendasi kecepatan kapal berdasarkan konsumsi bahan bakar dan ketersediaan dermaga, bahkan telah menghasilkan penghematan sebesar US$65 juta selama tahun 2025.

Vale juga menerapkan AI untuk memprediksi tingkat kelembapan bijih besi sebelum proses pemuatan, dengan akurasi mencapai 97 persen dibandingkan hasil uji laboratorium, sambil tetap mempertahankan prosedur verifikasi fisik.

Tujuan jangka panjang perusahaan adalah meningkatkan kapasitas arus barang (throughput) tanpa harus memperluas infrastruktur pelabuhan secara proporsional, seiring transisi Vale dari peralatan yang dikendalikan jarak jauh menuju terminal yang semakin otonom.(RA)